Ilustrasi Nariccus yang jatuh cinta dengan dirinya sendiri (mythlovestories.com) Ilustrasi Nariccus yang jatuh cinta dengan dirinya sendiri (mythlovestories.com)
Rabu, 10 Januari 2018 07:00 WIB Muhammad Rizal Fikri/JIBI/Solopos.com Peristiwa Share :

TAHUKAH ANDA?
Narsistik Berasal Dari Nasib Tragis Tokoh Mitologi Yunani

Sikap yang berupa terlalu membanggakan diri sendiri itu memiliki dengan tragedi di Mitologi Yunani.

Solopos.com, SOLO – Istilah narsistik bisa dibilang populer di kalangan masyarakat. Kata tersebut diartikan dengan sikap seseorang yang terlalu bangga atau terlalu membanggakan dirinya sendiri. Tahukah Anda kalau kata tersebut memiliki latar belakang sebuah cerita tragedi?

Berdasarkan laman KBBI Daring, kata narsistik berarti sebuah kepedulian yang berlebihan pada diri sendiri. Sikap itu ditandai dengan adanya sikap arogan, percaya diri, dan egois. Kata lain yang berhubungan dengan narsistik adalah narsisisme yang berarti keadaan mencintai diri sendiri secara berlebihan dan atau sebuah kecenderungan (keinginan) seksual dengan diri sendiri.

Sebagai catatan, kata narsis yang kerap dituliskan di media sosial sebenarnya bukan kata baku, yang baku adalah narsistik dan narsisisme.

Dikutip Solopos.com dari laman Britanica, Selasa (9/1/2018), Narcissus di Mitologi Yunani adalah putra dari Dewa Sungai Cephissus dan Peri Liriope. Sejak kecil, Narcissus dikenal dengan keelokan parasnya.

Berdasarkan buku karya penyair bernama Publius Ovidius Naso berjudul Metamorphoses, pada suatu hari Liriope bertemu dengan peramal buta bernama Tiresias. Peramal tersebut mengatakan Narcissus akan panjang umur selama dia tidak mengenal dirinya sendiri.

Singkat cerita, Narcissus dicintai oleh peri bernama Echo. Namun saat bertemu Echo, Narcissus menolak mentah-mentah cinta peri tersebut. Sang peri sedih tak berkesudahan hingga akhirnya mati. Suatu hari Narcissus merasa haus, ia memutuskan untuk minum di sebuah sungai. Namun, niat Narcissus untuk minum batal seketika saat Narcissus melihat bayangan dirinya dari air.

Narcissus jatuh cinta dengan paras wajahnya sendiri. Beberapa kali Narcissus mencoba mencium bayangannya di air, namun refleksi wajahnya menghilang. Dia akhirnya hanya berdiam diri melihat bayangan wajahnya di air. Narcissus sampai tak bergerak sama sekali karena takut bayangan itu hilang. Narcissus akhirnya tewas di pinggir danau karena terlalu haus.

Ramalan Tiresias

Nasib Narcissus tersebut kemudian dihubung-hubungkan dengan ramalam Tiresias. Narcissus tak berumur panjang karena dia mengetahui atau mengenal dirinya sendiri. Tak hanya itu, sikap Narcissus yang terlalu mencintai dirinya sendiri itu merupakan balasan dari dewa karena Narcissus menolak cinta Echo. Di tempat Narcissus tewas kemudian tumbuh bungga yang kini disebut sebagai bunga Narcissus.

Kisah Narcissus ini kini diabadikan sebagai salah satu gangguan mental, laman Psychologytoday.com menyebutnya dengan Narcissistic Personality Disorder (NPD). Seseorang dengan NPD akan merasa susah untuk menunjukkan empati kepada orang lain dan menganggap dirinya yang paling penting.

Sampai sekarang, belum diketahui penyebab pasti munculnya NPD. Faktor genetik dan lingkungan, serta pengalaman hidup dianggap berperan dalam kemunculan NPD. Orang-orang yang mengalami NPD akan merasa dirinya paling penting. Pikirannya dipenuhi dengan fantasi akan kesuksesan, kekuatan, kepintaran, dan hal-hal ideal yang kerap muncul di cerita atau film.

Pengidap NPD akan mengembangkan harapan tak masuk akal tentang apa-apa yang ada di sekitarnya. Lama kelamaan penderita NPD tidak akan merasakan empati dengan orang-orang sekitar dan hanya mementingkan keinginan pribadi.

Pengobatan untuk NPD adalah sebuah proses panjang yang harus dijalani penderita secara sukarela. Penderita umumnya tidak merasakan menderita gangguan mental apapun, hal itu akan memunculkan sikap defensif dan menyangkal. Oleh karena itu diperlukan beberapa sesi konsultasi dengan psikolog agar sudut pandang penderita NPD bisa kembali normal.

 

 

 

lowongan pekerjaan
HRD PT. Bengawan Inti Kharisma (Management SOLO GRAND MALL Lt. 4A), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pelayanan Medis Olahraga

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (18/10/2017). Esai ini karya Rumi Iqbal Doewes, dosen di Program Studi Kepelatihan Olahraga Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah king.doewes@staff.uns.ac.id. Solopos.com, SOLO–Pencinta sepak bola Indonesia pantas berduka….