Gubernur DIY Sri Sultan HB X meninjau jembatan Sembada Handayani Rabu (10/1/2018). (Herlambang Jati Kusumo/JIBI/Harian Jogja) Gubernur DIY Sri Sultan HB X meninjau jembatan Sembada Handayani Rabu (10/1/2018). (Herlambang Jati Kusumo/JIBI/Harian Jogja)
Rabu, 10 Januari 2018 18:40 WIB Herlambang Jati Kusumo/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

Sleman-Gunungkidul Kini Terhubung Jembatan Raya

Jembatan Sembada Handayani diresmikan.

Solopos.com, GUNUNGKIDUL—Gubernur DIY Sri Sultan HB X meresmikan jembatan penghubung antara Gunungkidul dengan Sleman, di Ngoro-oro, Patuk, Rabu (10/1/2019). Akses jalan yang semakin terbuka berpotensi meningkatkan sektor wisata di dua wilayah.

Sri Sultan HB X mengatakan jembatan penghubung tersebut salah satu akses yang strategis karena banyak objek wisata baik keindahan alam maupun candi-candi yang dapat lebih mudah diakses dengan jalan tersebut.

“Jalur ini potensial untuk mendukung tempat-tempat wisata. Tinggal bagaimana manajemen pengelolaan masing-masing masyarakat kedua kabupaten ini dapat mengembangkan. Selain itu juga dapat mengurangi kepadatan di Jalan Piyungan [Jalan Jogja-wonosari di wilayah Piyungan Bantul],” ujarnya Rabu.

Pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan oleh Sri Sultan HB X dapat memacu ide-ide atau inovasi masyarakat untuk merawat objek wisata yang ada dan dapat dikelola dengan baik sebagai objek wisata baru.

“Semoga warga dapat mengambil manfaat dari infrastruktur untuk terjadi mobilitas. Kami juga mengembangkan potensi desa mandiri desa budaya. Bagaimana desa punya kemauan untuk tergerak di konsolidasikan. Tidak hanya mengembangkan potensi wisata tetapi juga kehidupan mereka lebih sejahtera. Kami hanya mendorong, memfasilitasi, tetapi kreatifitas, inovasi,kemauan pada setiap warga jadi faktor utama untuk berubah,” katanya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral DIY Muhammad Mansyur mengatakan jembatan yang menghubungkan Sleman dan Gunungkidul itu tepatnya berada di Lemah Abang, Gayamharjo, Prambanan dengan Gembyong, Ngoro-oro, Patuk.

“Jembatan yang diberi nama Sembada Handayani oleh bapak Gubernur DIY Sri Sultan HB X ini semoga bermanfaat bagi seluruh masyarakat. Ketimpangan berkurang, dengan pengembangan ekonomi masyarakat yang dilalui akses jembatan ini,” ujarnya.

Mansyur berkata jembatan yang dulu bernama jembatan Lemah Abang tersebut juga dilengkapi jalan menuju Sleman sepanjang satu kilometer dan jalan menuju Gunungkidul sepanjang dua kilometer, yang menghabiskan dana Rp61 Miliar lebih.

 

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….