Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Madiun, Maidi dan Inda Raya, yang diusung lima partai politik berjalan kaki dengan diiringi rebana menuju ke KPU Kota Madiun, Rabu (10/1/2018) sekitar pukul 14.30 WIB. (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com) Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Madiun, Maidi dan Inda Raya, yang diusung lima partai politik berjalan kaki dengan diiringi rebana menuju ke KPU Kota Madiun, Rabu (10/1/2018) sekitar pukul 14.30 WIB. (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)
Rabu, 10 Januari 2018 23:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

PILKADA 2018
Keputusan DPP Bikin Partai Demokrat Kota Madiun Gigit Jari

Partai Demokrat Kota Madiun tidak mencalonkan kadernya pada Pilkada Kota Madiun 2018.

Solopos.com, MADIUN — Partai Demokrat Kota Madiun yang pada Pilkada 2013 berhasil mengantar salah satu kadernya, Bambang Irianto, menjadi wali kota tahun ini harus gigit jari. DPP partai berlambang bintang mercy itu tidak mengusung satu pun kadernya dalam Pilkada 2018 ini.

Partai Demokrat yang memiliki tujuh wakil di DPRD Kota Madiun memilih memberikan rekomendasi kepada pasangan Maidi dan Inda Raya untuk maju di Pilkada Kota Madiun 2018. Padahal, jika dilihat syaratnya, Partai Demokrat seharusnya bisa mengusung pasangan calon sendiri. Untuk mengajukan calon wali kota dan wakil wali kota dibutuhkan minimal enam kursi di DPRD.

Setelah ada surat rekomendasi dari DPP Partai Demokrat untuk Maidi dan Inda Raya, sempat beredar kabar di kalangan wartawan bahwa Sekretaris DPC Partai Demokrat Kota Madiun, Armaya, tidak mau menandatangani berkas yang harus diserahkan ke KPU.

Sebelum rekomendasi itu turun, Armaya yang saat ini menjabat Wakil Wali Kota Madiun sempat mendaftar di Demokrat sebagai calon wali kota. Keseriusan Armaya itu juga terlihat saat dirinya telah memasang baliho di sejumlah lokasinya dengan memajang fotonya.

Baca:

Sekda Kota Madiun Maidi dan Inda Raya Mendaftar Seusai Deklarasi

2 Pasangan Calon Mendaftar di Hari Pertama, Ini Langkah KPU Kota Madiun Selanjutnya

Ketua DPC Partai Demokrat Kota Madiun, Istono, mengatakan sejauh ini tidak ada kendala dalam proses pendaftaran pasangan Maidi dan Inda Raya ini ke KPU. Dia menampik kabar bahwa Armaya tidak mau menandatangani berkas persyaratan untuk pendaftaran pasangan calon tersebut.

Menurut Istono, Armaya legawa menerima keputusan DPP Partai Demokrat dan tidak mempermasalahkannya. Sikap legawa itu disampaikan Armaya kepada dirinya dua hari lalu.

“Tidak ada masalah. Armaya sudah legawa. Garansinya saya. Itu sudah disampaikan dua hari lalu,” terang dia kepada wartawan saat mendampingi pasangan calon Maidi dan Inda Raya mendaftar di KPU, Rabu (10/1/2018).

Menurut dia, Armaya merupakan politikus yang sudah mapan dan berjiwa besar. Apalagi saat ini Armaya masih memiliki tanggung jawab untuk mengabdi sebagai Wakil Wali Kota Madiun hingga 2019 nanti.

Dia mengatakan saat deklarasi pasangan calon Maidi dan Inda Raya di Gulun memang Armaya tidak bisa hadir karena ada tugas lain. Tetapi, saat pendaftaran di KPU Armaya datang sebagai wujud dukungannya terhadap pasangan calon tersebut.

“Saat deklarasi enggak hadir karena ada kegiatan lain. Bukan karena sakit hati,” ujar dia.

Istono yang juga ketua DPRD Kota Madiun mengaku tak tahu alasan DPP memilih mendukung Maidi dan Inda Raya. DPC hanya diberi hasil dan harus mematuhi keputusan DPP.

Menurut dia, dari awal memang DPD Demokrat lebih condong ke Maidi untuk menjadi calon wali kota. Padahal, dirinya berharap DPP memperhatikan secara khusus untuk calon yang diusulkan DPC Demokrat.

“Kami sudah usulkan Armaya sebagai calon wali kota. Tetapi sekali lagi itu wilayah DPP. Mungkin dari DPP ada pertimbangan lain kenapa pasangan ini yang direkomendasikan,” jelas dia.

Meski tidak ada kader partai yang menjadi calon, Istono menegaskan DPC Demokrat akan sepenuh tenaga menyukseskan pasangan Maidi dan Inda Raya. Namun, dia menegaskan untuk menggerakkan mesin partai juga harus ada bahan bakarnya.

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….