Sejumlah juru ukur tanah bergegas melakukan pengukuran lahan eks Bioskop Indra oleh Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Jalan Margo Mulyo tepat di depan Pasar Beringharjo Yogyakarta, Senin (30/10/2017). Sejumlah juru ukur tanah bergegas melakukan pengukuran lahan eks Bioskop Indra oleh Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Jalan Margo Mulyo tepat di depan Pasar Beringharjo Yogyakarta, Senin (30/10/2017). (Desi Suryanto/JIBI/Harian Jogja)
Rabu, 10 Januari 2018 07:20 WIB I Ketut Sawitra Mustika/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Pembangunan Eks Bioskop Indra Jadi Sentra PKL Rawan Konflik, Ini Antisipasi Sultan

Gubernur DIY Sri Sultan HB X berharap pembangunan gedung Eks Bioskop Indra yang akan dijadikan sentra pedagang kaki lima

Solopos.com, JOGJA– Gedung Eks Bioskop Indra akan dijadikan sentra pedagang kaki lima.

Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyatakan bersedia untuk turun tangan mengajak PKL berdiskusi agar mau pindah, tapi menurutnya langkah awal penyadaran harus tetap dilakukan.

Namun ia melihat akan muncul masalah baru ketika pengerjaan eks Bioskop Indra selesai dilaksanakan, sebab selama ini tempat tersebut diperuntukkan bagi parkir. Oleh sebab itu, Gubernur meminta Pemkot Jogja memikirkan hal ini.

“Pemkot nanti pertimbangannya gimana? Kalau Pasar Sore bisa berubah jadi tempat parkir tapi yang menghadap Gedung Agung nanti ditutup batu bata untuk security,” Gubernur di Gedung Eks KONI DIY, Selasa (9/1/2018).

Setelah urusan itu selesai, Sri Sultan HB X berharap pada tahun 2019, penataan Fasad sudah bisa dimulai. Untuk diketahui, ada tiga jenis fasad khas Malioboro, yakni Indische, Jawa dan Pecinan campur Jawa.

Sang Raja berharap pemilik toko nantinya mengikuti langkah Pemda DIY yang akan mengembalikan bentuk asli dari bangunan-bangunan heritage di Malioboro.

Menurutnya, nama-nama toko yang berukuran besar di Malioboro malah menutupi fasad, karena itu ia  menyatakan nama-nama toko yang menghalangi muka bangunan harus diturunkan.

Seakan belum puas, Sri Sultan HB X juga mengatakan perlu ada tempat khusus untuk menyimpan peti PKL.

“Samijaya apakah betul dijual? Coba dilakukan pendekatan. Beli toko bukan untuk jualan, tapi loker untuk nyimpen peti PKL. Tapi kita juga butuh di wilayah utara juga. Sehingga tidak mengotori Malioboro. Nanti dikasi nomor lokernya,” ucap Gubernur kepada para jajarannya.

Gubernur berharap semua proyek mempercantik Malioboro bisa lancar dan membuat ikon Kota Jogja itu semakin mengesankan.

Ia juga berharap setelah Malioboro sudah selesai dipoles dengan maksimal, konsentrasi penataan bisa berlanjut ke Tugu sampai selatan, Jalan KH Ahmad Dahlan, Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Diponegoro.

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU BEJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….