Rombongan Parampara Praja mengelilingi lokasi calon bandara dan sempat singgah sejenak di Pantai Congot, Temon, Kulonprogo, pada Kamis (3/11/2016). (Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja) Rombongan Parampara Praja mengelilingi lokasi calon bandara dan sempat singgah sejenak di Pantai Congot, Temon, Kulonprogo, pada Kamis (3/11/2016). (Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja)
Rabu, 10 Januari 2018 19:20 WIB Beny Prasetya/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

Masuk Area NYIA, Pantai Congot Tak Lagi Tarik Retribusi Wisata

Kehilangan Pantai Congot untuk pendapatan retribusi wisata, Dinas Pariwisata tetap optimis dapat memenuhi target

 

Solopos.com, KULONPROGO — Kehilangan Pantai Congot untuk pendapatan retribusi wisata, Dinas Pariwisata tetap optimis dapat memenuhi target retribusi wisata sebanyak Rp4,055 miliar hingga Desember mendatang.

Dimana target itu Rp500 juta lebih banyak dari jumlah pendapatan melalui retribusi pada 2017, yaitu sejumlah Rp3,588 miliar.

Menurut Kepala Bidang Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Kulon Progo Sari Wulandari,  Kendati Pantai Congot tidak ditarik lagi sebagai obyek wisata karena turut terdampak pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA), Dinas Pariwisata tetap optimis target sebanyak Rp4 miliar itu dapat dicapai akhir 2018.

“Walaupun kita kehilangan Pantai Congot tetapi 2017 ini pendapatan di 2018 akan mengalami kenaikan,” kata Sari, Selasa (9/1/2018)

Alasan Sari, mengapa Dinpar Kulonprogo tetap optimis walau Pantai Congot telah dicoret, ialah masuknya Obyek Wisata Alam Dlinggo dan Obyek Wisata Alam Tritis di target retribusi wisata untuk 2018 ini. Dimana keduanya wisata yang berada di perbukitan Menoreh itu akan dipatok sejumlah Rp160 juta.

“Jadi harapan kami tidak hanya menggantikan Congot, karena Pembangunan Bandara sudah di depan mata ditambah dengan adanya Borobudur, maka kami berharap untuk tahun depan pegunungan Menoreh yang menghubungkan keduanya mampu menaikan pendapatan,”katanya.

Sari menambakan, infrastuktur baik berupa jalan menuju obyek wisata atau di dalam obyek wisata juga telah diperbaiki. Penambahan daya tarik wisata dengan tempat duduk yang indah dan cocok untuk berfoto, Sari dengar telah mendongkrak kunjungan wisata di kedua tempat itu.

Ditambah kenaikan jumlah wisatawan akan bertambah seiring Dinpar yang akan mengadakan event di lokasi wisata, baik yang melalui APBD maupun event yang diselenggarakan oleh masyarakat.

Sebelumnya, dalam acara pengukuhan dan pelantikan Dewan Pengurus Cabang Pengurus Persatuan Hotel Republik Indonesia, Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, mengunkapkan dirinya telah menargetkan Dinpar Kulonprogo untuk memiliki 52 event di Kulonprogo untuk mendongkrak wisatawan yang hadir.

“Ada kompetisi renang di Bulan April, renang terbuka juga ada, itu di Waduk Sermo, itu bertaraf international. Jadi saya target minimal 30 event,tetapi targetnya 52 event per tahun,” kata Hasto, Senin (8/1/2018).

lowongan pekerjaan
SMK CITRA MEDIKA SRAGEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….