Ilustrasi warga tenggelam (JIBI/Solopos/Dok.) Ilustrasi warga tenggelam (JIBI/Solopos/Dok)
Rabu, 10 Januari 2018 07:05 WIB JIBI/Solopos/Antara Madiun Share :

Ketahuan Merokok, Pelajar SMP di Blitar Terjun ke Sungai Brantas

Pelajar diduga nekat terjun ke sungai.

Solopos.com, BLITAR — Seorang pelajar sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Blitar diduga nekat terjun ke sungai setelah orang tuanya dipanggil pihak sekolah.

“Ada saksi yang menerangkan, yang bersangkutan lari menangis. Dikejar lari ke jembatan kereta api setelah dirayu tidak mau malah loncat ke sungai,” kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Blitar AKP Heri Sugiono di Blitar, Selasa (9/1/2018).

Heri mengatakan pelajar itu bernama Ariang, warga Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar. Tubuhnya sempat muncul sekitar 50 meter dari lokasi ia meloncat, di sekitar Jembatan Nguri, Desa Selokajang, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar.

Namun setelah tubuh korban kembali terseret air hingga kini belum ditemukan.

Heri menambahkan sebelum aksi nekat yang dilakukan pelajar itu, dari informasi yang diterimanya yang bersangkutan sempat dipanggil oleh guru BP. Orang tuanya bahkan diminta untuk datang ke sekolah. Diduga terkait dengan insiden merokok.

“Info awal diketahui merokok. Guru BP memanggil dan memberi nasihat. Mungkin ketakutan orang tuanya datang ke sekolah, sehingga yang bersangkutan lari,” katanya.

Sementara itu, Moh. Irfan, salah seorang rekan korban mengatakan ada sejumlah temannya yang ketahuan merokok saat Senin (8/1/2018) setelah upacara. Dari pihak sekolah mengetahui, sehingga dipanggil oleh guru BP.

“Pagi ini dipanggil semua orang tua. Kalau tadi masuk seperti biasa, tapi saat pelajaran sekolah tahu-tahu tidak ada,” katanya.

Pihak sekolah mengungkapkan memang memanggil orang tua siswa yang ketahuan merokok ke sekolah, termasuk orang tua korban. Namun, saat orangtuanya datang, korban justru tidak ada di dalam kelas.

“Saya mencari ternyata anak tersebut di rel atas sungai Brantas. Saya tidak berani menghampiri lalu menelepon guru dan guru itu datang menghampiri. Lantas, anak itu menjatuhkan diri ke sungai,” kata Supri Asmoro, salah seorang guru.

Ia mengaku tidak mengetahui dengan pasti masalah yang terjadi pada anak tersebut. Namun, ia mengakui ada panggilan orangtua ke sekolah.

“Ada panggilan orangtua ke sekolah, mungkin merokok. Orang tuanya datang dia keluar, mungkin takut. Dia juga membolos, tidak izin, lewat mana kurang tahu,” kata dia.

Di sekitar lokasi polisi juga menemukan baju seragam korban. Sebelum meloncat ke sungai dari jembatan perlintasan kereta api setinggi sekitar 20 meter, ia dimungkinkan melepaskan baju terlebih dahulu dan meletakkan begitu saja ke tepi sungai.

Saat ini, baju seragam milik korban tersebut sudah diamankan polisi. Petugas baik dari Polresta Blitar maupun dari BPBD Blitar juga langsung ke lokasi melakukan pencarian tubuh korban.

Petugas meminta bantuan dari Basarnas Trenggalek untuk ikut membantu melakukan pencarian pada tubuh korban. Sedangkan, keluarga juga merasa terpukul dengan kejadian yang menimpa korban dan berharap segera ditemukan.

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….