Ilustrasi kecelakaan lalu lintas. (JIBI/Solopos/Antara/Aloysius Jarot Nugroho) Ilustrasi kecelakaan lalu lintas. (JIBI/Solopos/Antara/Aloysius Jarot Nugroho)
Rabu, 10 Januari 2018 16:35 WIB Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos Boyolali Share :

KECELAKAAN BOYOLALI
Petugas Damkar Meregang Nyawa setelah Menabrak Truk

Seorang petugas pemadam kebakaran Boyolali meninggal dunia setelah sepeda yang dikendarainya menabrak truk.

Solopos.com, BOYOLALI — Seorang petugas pemadam kebakaran (damkar) Boyolali, Catur Seno, 20, meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas, Rabu (10/1/2018), di Dukuh Mitiran, Desa Gladagsari, Kecamatan Ampel, Boyolali.

Sepeda motor yang dikendarai  warga Desa Ngargosari, Kecamatan Ampel, Boyolali, ini menabrak truk yang sedang berhenti di bahu jalan.

Saat kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 09.30 WIB, Catur hendak pulang ke rumah setelah turun piket. Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, saat itu Catur yang mengendarai sepeda motor Honda Vario AD 4045 UW melaju dari utara ke selatan (arah Semarang menuju Solo).

Arah ini berlawanan dengan arah pulang ke rumahnya. Diduga Catur ada keperluan lain dalam perjalanan pulang itu. Sesampainya di lokasi kejadian, ada satu unit truk yang sedang berhenti di bahu jalan.

Diduga kurang hati-hati, Catur menabrak truk tersebut hingga terpental dan jatuh. Benturan yang keras menyebabkan Catur mengalami luka di kepala dan dada hingga meninggal dunia di lokasi kejadian.

Kanit Lakalantas Satlantas Polres Boyolali Ipda S. Widodo mewakili Kasatlantas AKP Marlin S. Payu dan Kapolres AKBP Aries Andhi mengatakan truk yang hingga saat ini belum diketahui jenis dan identitas pengemudinya langsung melarikan diri.

“Identitas truk belum diketahui, sedang ditelusuri petugas. Karena setelah kejadian itu sopir membawa truk melarikan diri,” ujarnya saat ditemui wartawan di Markas Satlantas Polres Boyolali, Rabu.

Sementara itu, rekan seangkatan dan seregu korban di Damkar, Batistuta Dahlin, 22, Catur merupakan pegawai tenaga harian lepas (THL) yang baru bertugas sejak Oktober 2017.  Sebelum kejadian nahas itu, Catur baru saja menjalani tugas piket malam bersama Dahlin sejak Selasa (9/1/2018) pukul 19.00 WIB (Selasa) hingga Rabu pukul 07.00 WIB.

Selanjutnya Catur pamit pulang sekitar pukul 08.00 WIB menuju rumahnya di Ampel. “Biasanya selepas jam piket habis, dia langsung pulang. Tapi kali ini agak telat, sekitar pukul 08.00 WIB dia baru pulang,” ujarnya saat ditemui di Markas Damkar di kompleks Kantor BPBD Boyolali.

Semasa hidup, lanjut Dahlin, Catur dikenal sebagai orang yang supel meskipun agak pendiam. Salah satu petugas damkar, Sunarto, 53, mengatakan Catur dimakamkan hari ini juga sekitar pukul 16.00 WIB di permakaman di daerah rumah korban.

“Rencananya semua petugas yang tidak piket akan mengikuti pemakaman di Ampel.

lowongan pekerjaan
PT. BUMI AKSARA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….