Empat Tahun Merapi (JIBI/Harian Jogja/Gigih M. Hanafi)
Rabu, 10 Januari 2018 06:40 WIB Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Jip Wisata Lava Tour Merapi Ternyata Tak Punya Izin Operasional

Pemkab sementara hanya melakukan pembinaan.

Solopos.com, SLEMAN–Ratusan jip wisata yang beroperasi di Sleman selama ini belum mengantongi izin operasional. Pembinaan bertahap selama ini dilakukan agar potensi wisata ini tetap eksis namun memenuhi segi keamanannya.

Mardiyana, Kepala Dinas Perhubungan Sleman mengatakan jika selama ini memang belum ada izin operasional soal jip wisata itu. “Memang tidak ada izin operasionalnya, belum ada,” katanya Selasa (9/1/2018). Selama ini, alat transportasi itu dibiarkan tetap beroperasi karena baru muncul beberapa waktu belakangan.

Pemerintah daerah mencoba menangkap potensi itu dengan menyiapkan aspek keamanannya agar wisatawan tetap nyaman dan aman. Hal itu dilakukan dengan cara pembinaan bertahap khususnya soal keselamatan transportasi.

Berikutnya, Forum Lalu Lintas Sleman juga akan mendiskusikan soal operasional jip untuk wisata ini baik yang di Kaliadem dan Kaliurang yang selama ini menjadi andalan wisata lava tour Merapi maupun jip di Tebing Breksi.

Baca juga : Ada Insiden Kecelakaan, Jeep Wisata Lavatour Merapi tetap Beroperasi

Sebagaimana diketahui, jip serupa juga tersedia di Tebing Breksi dan menjadi salah satu atraksi utama yang paling menarik wisatawan. Diskusi ini akan sekaligus memastikan pendataan jip yang ada selama ini. Mardiyana juga mengungkapkan pernah menjadi korban kecelakaan jip di Kaliadem beberapa tahun lalu. Saat itiu, ia bersama pejabat Sleman lainnya mengendarai jip itu dan mengalami kecelakaan di dekat lokasi petilasan Mbah Marijan.

“Saya itu pernah jatuh di dekat tempat Mbah Marijan, pengalaman langsung,” katanya. Saat kejadian itu, alat pengaman seperti helm dan sabuk pengamanan belum disediakan sehingga langsung menjadi evaluasi sampai saat ini.Salah satu jip lava tour Merapi, sebelumnya mengalami kecelakaan dan menyebabkan satu wisatawan tewas.

Baca juga : Insiden Laka Jeep Wisata Lavatour Merapi, Sopir Ditetapkan Tersangka

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….