Asisten Manajer II Persis Solo, Haryadi. (JIBI/Solopos/M. Ferri Setiawan)
Rabu, 10 Januari 2018 14:25 WIB Chrisna Chanis Cara/JIBI/Solopos Indonesia Share :

Jadi Asisten Pelatih Persis Solo, Haryadi “Putul” Diminta Buktikan Diri

Persis Solo menunjuk Haryadi sebagai asisten pelatih.

Solopos.com, SOLO — Suporter Persis Solo sempat dibikin kaget dengan masuknya nama Haryadi “Putul” ke dalam jajaran tim pelatih Laskar Sambernyawa. Maklum, eks bek Persis ini belum punya pengalaman menangani klub profesional sebelumnya. Haryadi pun diminta membuktikan diri layak menangani M. Wahyu dkk. lewat ide dan pendekatan personalnya.

Musim ini Persis memiliki Marwal Iskandar, Haryadi dan I Komang Putra yang menjadi asisten pelatih mendampingi Manajer, Freddy Muli. Penunjukan Marwal Iskandar dan I Komang Putra dinilai realistis melihat rekam jejaknya di dunia kepelatihan. Namun penunjukan Haryadi sebagai Asisten Pelatih II cukup mengejutkan bagi sesepuh Pasoepati, Prapto Koting.

“Saya yakin Freddy Muli sudah tahu kapasitas asisten pelatih sebelum memilihnya. Namun agak kaget juga Haryadi masuk di tim pelatih,” ujar Prapto saat dihubungi Solopos.com, Selasa (9/1/2018).

Nihilnya pengalaman Haryadi menangani klub profesional sebelumnya menimbulkan keraguan sejumlah suporter. Terlebih Laskar Sambernyawa punya target tak main-main yakni promosi ke Liga 1 2019. Prapto tak menampik Haryadi adalah bek ciamik ketika membela Persis. Namun untuk melatih tim, Prapto meminta Haryadi segera membuktikan diri untuk menjawab keraguan fans.

“Kemampuannya seperti apa harus dibuktikan. Jangan sampai ada suara-suara sumbang seperti titipan dan sebagainya,” kata dia.

Wakil Presiden Pasoepati, Ginda Ferachtriawan, memilih berbaik sangka dengan penunjukan Haryadi. Dengan pengalamannya sebagai pemain Persis, Ginda menilai Haryadi lebih menguasai iklim tim. Haryadi juga diharapkan mampu menjadi motivator pemain muda Persis karena usianya belum terpaut terlalu jauh dengan para pemain.

“Haryadi kan masih muda, dia bisa melakukan pendekatan personal yang lebih leluasa. Apalagi dia sudah cukup lama di Persis,” tutur Ginda.

Sempat tersiar kabar pemilihan Haryadi adalah langkah Persis untuk regenerasi pelatih lokal di masa mendatang. Namun Ginda menilai alasan itu kurang tepat. “Kalau sudah menunjuk seseorang ya karena kemampuan dia sekarang,” ucap Ginda.

Anggota Pasoepati asal Laweyan, Restu Andrianto, 24, menganggap Persis terlalu dini menunjuk Haryadi sebagai asisten pelatih. “Kursus kepelatihannya kan juga baru saja. Haryadi perlu mencari pengalaman di klub lain sebelum menangani Persis.”

Haryadi sendiri mengaku enggan terbebani dengan jabatannya di tim pelatih Persis. Pelatih yang telah mengantongi lisensi C AFC ini mengatakan siap ngangsu kawruh pada Freddy Muli. “Tidak ada beban, saya siap belajar,” ujar lelaki yang empat tahun menakhodai Diklat Salatiga itu.

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….