Ibu-ibu di Boyolali jadi korban penipuan minta pulsa (Instagram) Ibu-ibu di Boyolali jadi korban penipuan minta pulsa (Instagram)
Rabu, 10 Januari 2018 15:10 WIB Muhammad Rizal Fikri/JIBI/Solopos.com Boyolali Share :

Ini Momen Ibu-Ibu di Boyolali Sadar Telah Jadi Korban Penipuan Minta Pulsa

Modus penipuan minta pulsa menelan korban ibu-ibu asal Simo, Boyolali, Jawa Tengah.

Solopos.com, BOYOLALI – Modus penipuan dengan mengaku sebagai teman anggota keluarga dan meminta pulsa memakan korban di Simo, Boyolali. Seorang ibu-ibu mengira putranya di Kalimantan benar-benar butuh dikirim pulsa karena perintah atasan di tempat kerja.

Momen saat sang ibu sadar telah tertipu diunggah di akun Instagram @infocegatansukoharjo, Selasa (9/1/2018). “Kapusan edisi njaluk pulsa [Tertipu, edisi minta pulsa]. Peristiwa terjadi di Indomaret, Simo, Boyolali,” tulis @infocegatansukoharjo.

Penipuan berawal saat sang ibu menerima telepon yang mengaku dari putranya di Kalimantan. Penelepon mengaku kalau diminta pindah tugas, sedangkan ponsel rusak sehingga ganti nomor. Penipu yang mengaku sang putra itu mengaku diminta atasannya mengirim sejumlah pulsa ke beberapa nomor.

Sang ibu yang sudah terperdaya sudah mengirimkan pulsa ke beberapa nomor senilai Rp600.000. Saat nomor anaknya dicoba ditelepon, sang anak malah tak tahu menahu mengenai pengalaman yang dialami ibunya.

“Kemarin malam ada yang telepon, ngaku pakai namamu, katanya nomormu hilang, terus pindah kerja. Oalah gusti, ya uwis rapopo [Ya ampun, yasudah gapapa]. Sempat kemarin tak tanya suaranya kok beda? Ngakunya karena di pelosok-pelosok,”

Setelah tahu kalau dirinya tertipu, sang ibu juga mengungkap rasa ikhlasnya terkait kehilangan uang Rp600.000. Dia juga berdoa semoga diganti dengan rezeki yang lebih banyak. Pengalaman sang ibu-ibu tersebut mendapat komentar warganet, sebagian besar komentar mengungkap pengalaman serupa.

“Aku juga pernah min, tapi ngakunya dari kantor polisi Boyolali atau mana aku lupa. Katanya adikku ketangkap karena kasus narkoba, padahal aku anak terakhir,” tulis @pramudya_arga_saputra.

“Aku juga pernah, kena tipu kurang lebih Rp500.000,” tulis @niaaprodita21.

Saya juga pernah, tertipu Rp400.000, katanya kakakku nabrak orang sampai patah kaki. Setelah tahu kalau tertipu, saya marahin pelakunya. Dia malah ketawa,” tulis @andriantiika.

KAPUSAN EDISI NJALUK PULSA Kejadiane ning Indomaret Simo Boyolali, ibu2 jare di telfon anake soko Kalimantan. Anake ditugasi bose jare, kon transfer sejumlah uang. Lha mbokne jare kon transfer pulsa ke nomer yang berbeda-beda. Ndelalah pas ditelfon, jebule anake gak reti opo2. Kapusaan 600 ewu lur ? Ati-ati lur kejahatan banyak modusnya. Dulur2 sopo sing wis tau ngalami, piye critane lur? boleh dishare kesini. Share ya lur mbok menowo tonggo utowo sedulurmu urung reti modus penipuan itu apa aja. Lan dadi ngamal solehmu.. . . @infocegatansukoharjo #infosukoharjo #tertipu #moduspenipuan #modus #lakalantaskaranganyar #infokaranganyar #infocegatan #lakalantaswonogiri #lakalantassukoharjo #kecelakaansukoharjo #infocegatansukoharjo #kabarsukoharjo #sukoharjohits #sukoharjo #beritasukoharjo #soloraya #kabarsoloraya #beritasoloraya #infosoloraya #sukoharjojamannow #berbagiinfo #informasi #sukoharjomakmur #sukoharjopunyacerita #sukoharjoselalupunyacerita

A post shared by Info Cegatan Sukoharjo (@infocegatansukoharjo) on

lowongan pekerjaan
SMK CITRA MEDIKA SRAGEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….