Dua warga berjalan kaki melewati talut jalan yang ambrol akibat banjir Desember lalu di Dukuh Sidorejo, Desa Grogol, Weru, Sukoharjo, Rabu (10/1/2018). (Trianto Hery Suryono/JIBI/Solopos) Dua warga berjalan kaki melewati talut jalan yang ambrol akibat banjir Desember lalu di Dukuh Sidorejo, Desa Grogol, Weru, Sukoharjo, Rabu (10/1/2018). (Trianto Hery Suryono/JIBI/Solopos)
Rabu, 10 Januari 2018 23:15 WIB Trianto Hery Suryono/JIBI/Solopos Sukoharjo Share :

INFRASTRUKTUR SUKOHARJO
Baru Sebulan Dibangun, Talut Jalan Desa Grogol Weru Ambrol

Talut jalan Desa Grogol, Kecamatan Weru, Sukoharjo, yang baru sebulan selesai diperbaiki ambrol.

Solopos.com, SUKOHARJO — Banjir di Dukuh Sidorejo, Desa Grogol, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, sebanyak tiga kali dalam sebulan terakhir mengakibatkan talut jalan desa ambrol sepanjang 100 meter.

Talut jalan itu dibangun dengan dana senilai Rp50 juta dari dana desa. Perbaikan talut yang ambrol tersebut tidak mungkin dilakukan tahun ini karena penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja (APB) Desa Grogol sudah digedok. Pemdes Grogol telah melaporkan peristiwa ambrolnya talut itu ke intansi terkait di Pemkab Sukoharjo.

Warga Sidorejo yang ditemui Solopos.com, Rabu (10/1/2018), Raharjo dan Suranto, bercerita pada Desember 2017 banjir terjadi dua kali menggenangi lahan sawah di wilayah tersebut. “Lalu sekitar 4 Januari kemarin juga banjir lagi sehingga belum genap sebulan sudah tiga kali lahan sawah yang sama kebanjiran,” ujar Raharjo.

Talut jalan desa diperbaiki pada Desember 2017 tetapi belum genap sebulan sudah ambrol karena diterjang banjir. “Kemungkinan penggalian fondasinya kurang dalam sehingga ambrol saat air melimpah. Ambrolnya talut karena air mengikis tanah di sekitar bangunan yang tidak begitu dalam.”

Suranto menambahkan talut tersebut dibangun untuk mengamankan jalan antarkampung. Selain itu, jalan tersebut bisa dilalui kendaraan roda empat seperti pikap untuk mengangkut hasil panen padi.

“Jika air Sungai Situri meluas lahan persawahan sudah seperti lautan. Tidak ada yang terlihat hijau. Tumbuhan padi tenggelam tinggal air,” katanya.

Baca:

Tanggul Saluran Irigasi Jebol Banjiri Puluhan Hektare Sawah di Weru

Kali Siluwur Meluap  Rendam Ratusan Rumah di Weru

Berdasar pantauan Solopos.com, talut jalan menggelimpang ke arah lahan persawahan. Bebatuan di bangunan itu tidak berantakan dan sebagian masih utuh sehingga material batu masih bisa digunakan saat rehab mendatang.

Salah seorang petani, Sutiyem, yang sedang menyiangi tanaman padinya saat ditanya Solopos.com, mengaku sudah tiga kali menambal sulam tanaman padinya akibat terendam air banjir. “Mudah-mudahan [padi] masih bisa hidup setelah terendam. Namun, tambal sulam harus dilakukan agar tanaman padi lebih rapat lagi.”

Kepala Desa Grogol, Putut Heri, mengakui belum bisa mengalokasikan dana perbaikan talut yang ambrol itu. “Talut tersebut ambrol Desember lalu meski belum ada sebulan selesai pekerjaan. Anggaran pembangunan talut dari dana desa tahap kedua senilai Rp50 juta dengan volume 100 meter. Peristiwa ambrolnya talut akibat bencana alam sudah dibuatkan berita acara dan sudah disampaikan ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat. Kami berharap ada perbaikan talut karena jalan tersebut sebagai akses petani untuk mengangkut hasil panennya. Ya dianggarkan lagi tetapi belum tahun ini [2018],” ujarnya.

lowongan pekerjaan
SMK CITRA MEDIKA SRAGEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….