Ajie Najmuddin (Dok/JIBI/Solopos) Ajie Najmuddin (Dok/JIBI/Solopos)
Rabu, 10 Januari 2018 05:00 WIB Kolom Share :

GAGASAN
Pesan Kemanusiaan Warisan Gus Dur

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (30/12/2017). Esai ini karya Ajie Najmuddin, penggerak Komunitas Gusdurian Solo. Alamat e-mail penulis adalah ajienajmuddin87@gtmail.com.

Solopos.com, SOLO–Di pengujung tahun 2017, tepatnya pada tanggal 30 Desember, genap delapan tahun atau sewindu K.H. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur kembali keharibaan Yang Maha Kuasa. Meski Gus Dur telah tiada, estafet perjuangan sang ”guru bangsa” ini masih tetap bisa kita saksikan melalui para generasi penerusnya.

Demikian pula melalui jejak pemikiran yang pernah ia tuangkan dalam tulisan-tulisan. Lewat tulisan-tulisannya tersebut, Gus Dur mampu menginspirasi banyak orang, termasuk mereka yang belum pernah bertemu langsung dengan dia atau bahkan tidak ”menangi” Gus Dur ketika masih hidup.

Seperti yang kita ketahui, semasa hidupnya Gus Dur dikenal sebagai seorang tokoh yang produktif menulis. Ratusan tulisannya tersebar di berbagai media massa serta tercatat dalam puluhan buku. Tulisannya yang diterbitkan dalam buku antara lain Bunga Rampai Pesantren (Dharma Agung, 1984), Islamku, Islam Anda, Islam Kita (The Wahid Institute, 2006), Islam Kosmopolitan Nilai-Nilai Indonesia dan Transformasi Kebudayaan (The Wahid Institute, 2007), Tabayyun Gus Dur, Pribumisasi Islam Hak Minoritas Reformasi Kultural (LKiS, 2010), dan Gus Dur Menjawab Perubahan Zaman: Warisan Pemikiran KH Abdurrahman Wahid (Kompas, 2010).

Bak mewarisi bakat sang ayah K.H. Wahid Hasyim dan  kakek K.H. Hasyim Asy’ari, produktivitas menulis Gus Dur ini didukung wawasan yang sangat luas. Wawasan ini tentu tidak dibangun dalam waktu semalam. Greg Barton dalam buku Gus Dur: The Authorized Biography of Abdurrahman Wahid (LKiS, 2003) mengungkapkan hobi Gus Dur membaca buku dimulai sejak ia masih remaja.

Ketika Gus Dur pindah dari Jogja ke Magelang dan kemudian kembali ke Jombang, ia mulai serius memasuki dunia bacaan: pikiran sosial Eropa dan novel-novel karya penulis besar dari Inggris, Prancis, dan Rusia. Kadang-kadang ia membawa buku dari perpustakaan ayahnya di Jakarta.

Selanjutnya adalah: Tentu saja wawasan keilmuan tersebut

lowongan pekerjaan
PT. BUMI AKSARA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….