Bulog Divre DIY gelar pelepasan tim penyaluran beras untuk kegiatan operasi pasar di seluruh kabupaten/kota di DIY di gudang Bulog Purwomartani, Kalasan, Sleman, Selasa (9/1/2018) pagi. (IST/Dok.Bulog Divre DIY) Bulog Divre DIY gelar pelepasan tim penyaluran beras untuk kegiatan operasi pasar di seluruh kabupaten/kota di DIY di gudang Bulog Purwomartani, Kalasan, Sleman, Selasa (9/1/2018) pagi. (IST/Dok.Bulog Divre DIY)
Rabu, 10 Januari 2018 15:55 WIB Rima Sekarani I.N/JIBI/Harian Jogja Ekonomi Share :

Bulog Divre DIY Jamin Stok Beras Mencukupi

Operasi pasar beras medium terus diakukan berkala

Solopos.com, JOGJA-Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) DIY mengklaim stok beras masih aman. Operasi pasar (OP) beras medium terus dilakukan secara berkala untuk menstabilkan harga di pasaran.

Kepala Bidang Pengadaan Operasional dan Pelayanan Publik Bulog Divre DIY Unggul Tri Sunu tidak menyembunyikan kenyataan jika cuaca buruk berpengaruh terhadap pasokan beras dari para petani. Meski begitu, stok beras di gudang Bulog tetap dalam kondisi aman. Pihaknya pun selalu berkoordinasi dengan wilayah lain demi mencukupi kebutuhan masyarakat. “Stoknya cukup dan kami akan menyalurkan terus,” kata Unggul, Selasa (9/1/2018).

Unggul mengungkapkan, timnya juga rutin melakukan pemantauan terkait perkembangan harga beras dan kebutuhan pokok lainnya di sejumlah pasar rakyat. Namun, komoditas beras yang mendapatkan perhatian khusus dari Bulog adalah beras berkualitas medium. Soal kenaikan harga beras, Unggul menyatakan perlu dipastikan terlebih dahulu apakah hal itu terjadi pada beras medium atau malah premium.

Menurut Unggul, beras medium memang cenderung kurang laku di pasaran. Namun, jumlah peminat beras yang memiliki tingkat kepatahan maksimal 20 persen itu sebenarnya sudah semakin banyak, terutama dari kalangan menengah ke bawah. Merekalah yang menjadi sasaran utama penyaluran beras medium, termasuk saat OP digelar.

Unggul lalu mengatakan, Bulog Divre DIY baru saja melaksanakan pelepasan tim penyaluran beras untuk kegiatan OP di seluruh kabupaten/kota di DIY. Seremonial tersebut dilaksanakan di gudang Bulog Purwomartani, Kalasan, Sleman, Selasa pagi. Kegiatan itu dihadiri tim dari Kementerian Perdagangan RI serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY. “OP bertujuan menstabilkan harga di pasaran, khususnya beras medium,” ujar Unggul.

Sebelumnya, harga beras jenis C4 terpantau mencapai Rp12.000 per kilogram (kg) di Pasar Kranggan, Jogja, Senin (8/1/2018). “Sejak Natal, tiap minggu naik. Terakhir sempat Rp10.000 tapi ini sudah dua minggu lebih naik terus jadi Rp12.000,” ungkap seorang pedagang sembako, Ratinem.

Ratinem mengungkapkan, kenaikan harga beras biasanya disebabkan adanya keterbatasan stok, sedangkan permintaan cenderung tetap. Menurutnya, stok beras berkurang karena permasalahan yang dialami para petani. Cuaca buruk membuat hasil panen menjadi tidak optimal, bahkan banyak juga yang gagal panen. Jika hujan deras disertai angin kencang tetap terjadi selama Januari ini, Ratinem berpendapat ada kemungkinan harga masih naik terus sampai Februari besok.

lowongan pekerjaan
SMK CITRA MEDIKA SRAGEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….