Jemaah memadati Jl. Kapten Mulyadi depan Masjid Ar Riyadh, Pasar Kliwon, Solo, Senin (8/1/2018). (Hijiriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos) Jemaah memadati Jl. Kapten Mulyadi depan Masjid Ar Riyadh, Pasar Kliwon, Solo, Senin (8/1/2018). (Hijiriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos)
Selasa, 9 Januari 2018 08:00 WIB Danur Lambang P/JIBI/Solopos Solo Share :

Rp200 Miliar Berputar Selama Haul Habib Ali Solo

Haul Habib Ali berlangsung selama 7-9 Januari 2018.

Solopos.com, SOLO–Perputaran uang di Solo selama Haul Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi diperkirakan mencapai Rp200 miliar. Ketua Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Solo, Daryono, mengatakan angka tersebut diperoleh jika jumlah jemaah yang hadir mencapai 200.000 orang dengan pengeluaran sekitar Rp1 juta.

Dia menambahkan dampak haul tersebut merembet ke semua sektor seperti transportasi, kuliner, penginapan, oleh-oleh dan lain-lain. “Sektor rumah tangga juga kecipratan untung. Di kawasan Pasar Kliwon, para warga menyewakan rumahnya bagi jemaah haul. Ini suatu potensi yang luar biasa,” kata dia saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (8/1/2018).

Daryono menambahkan Haul Habib Ali merupakan salah satu pariwisata pilgrim atau ziarah atau wisata spiritual yang sangat potensial untuk dikembangkan. Menurutnya, adanya haul tersebut dapat dikombinasikan dengan pariwsata lain.

Pariwisata pilgrim tidak terpengaruh oleh isu apapun. Pasalnya, hal itu merupakan kebutuhan rohani mereka untuk bisa berziarah ke tempat tersebut. Tak jarang, para peziarah rela menabung untuk memenuhi kebutuhan rohani dengan berziarah seperti Haul Habib Ali.

“Portofolio pariwsata nasional, Indonesia memiliki potensi pariwisata alam sebesar 35%, pariwsata budaya 60%, dan pariwsata buatan manusia sebesar 5%. Dari 60% pariwisata budaya, 65% merupakan wisata warisan budaya dan pilgrim, 20% wisata belanja dan kuliner, dan 45% wisata kota dan desa,” sambung Daryono.

Selain itu, regenerasi wisatawan pilgrim juga terus berlangsung. Setiap Haul Habib Ali berlangsung, beberapa remaja dan anak usia sekolah turut serta dalam acara tersebut. Daryono menilai beranjak dari hal tersebut, wisatwan pilgrim tidak akan pernah surut dan justru akan berkembang.

“Apalagi tahun ini cukup unik. Haul Habib Ali akan berlangsung sebanyak dua kali dalam tahun ini. Haul Habil Ali akan dilangsungkan lagi sekitar 29 atau 30 Desember. Jadi Desember tahun ini ada serentetan acara yang cukup luar buasa seperti Natal, Haul, dan Tahun Baru” kata dia.

Menilik ramainya Solo saat akhir tahun, Daryono mendorong Pemerintah untuk memikirkan kenyamanan oara peziarah. Belum lagi tingginya okuoansi hotel di Solo tiap Natal dan akhir tahun, pada tahun ini diprediksi terjadi luberan wisatawan dan pengunjung hingga ke kabupaten se-Soloraya seperti Karanganyar, Klaten, Boyolali, Sukoharjo, dan Sragen.

Sebelumnya, Pejabat Humas Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Solo, Mohamad Solih Udin Adji, mengatakan okuoansi hotel di kawasan Pasar Kliwon, baik itu berbintang atau melati, mencapai 100%.

Efek tersebut juga tidak hanya dirasakan hotel-hotel di kecamatan tersebut. Namun juga dirasakan oleh hotel-hotel di Solo dengan meningkatnya okupansi selama Haul Habib Ali berlangsung.

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU BEJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….