Kapolsek Boyolali Kota AKP Setyo Budiono di Mapolsek mengamati mobil pikap AD 1858 UZ yang ditinggalkan pencuri sapi yang gagal menuntaskan aksi mereka di Dukuh Randusari, Desa Mudal, Boyolali Kota, Boyolali, Selasa (9/1/2018). (Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos) Kapolsek Boyolali Kota AKP Setyo Budiono di Mapolsek mengamati mobil pikap AD 1858 UZ yang ditinggalkan pencuri sapi yang gagal menuntaskan aksi mereka di Dukuh Randusari, Desa Mudal, Boyolali Kota, Boyolali, Selasa (9/1/2018). (Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos)
Selasa, 9 Januari 2018 16:15 WIB Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos Boyolali Share :

PENCURIAN BOYOLALI
Komplotan Maling Kabur Tinggalkan Pikap Berisi Sapi Curian

Pencurian Boyolali, aksi pencurian sapi gagal karena tepergok pemilik.

Solopos.com, BOYOLALI — Kawanan pencuri sapi gagal menuntaskan aksi mereka di Dukuh Randusari, Desa Mudal, Boyolali Kota, Boyolali, Selasa (9/1/2018). Para pelaku kabur meninggalkan sapi dan mobil pengangkut karena tepergok si pemilik sapi, Saimo, 59.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Saat itu, Saimo yang sedang tidur lelap terbangun gara-gara satu dari tiga sapi miliknya melenguh. Saimo bergegas dari tempat tidur sambil membawa senter menuju kandang sapi di samping rumah.

Alangkah kagetnya ketika dia melihat ada sebuah mobil pikap terparkir tak jauh dari rumahnya. Lebih mengagetkan lagi, di bak mobil pikap itu sudah ada salah satu sapi miliknya, sedangkan satu sapi lainnya berada di samping mobil dalam kondisi terkapar.

Kapolsek Boyolali Kota AKP Setyo Budiono mewakili Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhi mengatakan saat itu Saimo langsung curiga sapi-sapinya itu akan dicuri.

“Saimo ini terbangun karena pedhet [anak sapi] berteriak-teriak. Lalu Saimo keluar membawa senter dan melihat ada mobil. Satu sapi sudah ada ada di pikap, satunya ada di samping mobil, sedangkan [pedhet] masih di kandang,” ujar Kapolsek saat ditemui wartawan di Mapolsek.

Kapolsek menambahkan Saimo sempat melihat empat orang yang diduga pelaku upaya pencurian tersebut. Mereka buru-buru melarikan diri ke area persawahan di dekat permukiman meninggalkan mobil dan sapi-sapi tersebut.

Saimo membangunkan warga untuk memberitahu apa yang terjadi. Sebagian warga mencoba mengejar pelaku namun tidak berhasil. Merasa geram, warga merusak kaca depan mobil pikap AD 1858 UZ yang ditinggalkan pencuri.

Sementara itu, salah satu sapi yang belum terangkut mengalami patah tulang pada dua kaki belakang. Diduga, sapi itu terjatuh saat dipaksa naik pikap.

“Masih kami kejar pelakunya. Kami sudah mengantongi ciri-ciri mereka,” imbuh Kapolsek Boyolali Kota Setyo Budiono.

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….