Wisatawan mengamati objek wisata Pengklik Samas yang sepi, Selasa (9/1/2018). (Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja) Wisatawan mengamati objek wisata Pengklik Samas yang sepi, Selasa (9/1/2018). (Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja)
Selasa, 9 Januari 2018 20:40 WIB Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

Laguna Samas Mendangkal, Ini Penyebabnya

Pengjunjung pengklik berkurang.

Solopos.com, BANTUL–Akibat banjir yang membawa debit air cukup besar pada akhir tahun lalu, laguna di objek wisata Pengklik Samas mendangkal. Akibatnya laguna yang terletak di Desa Srigading, Kecamatan Sanden tersebut makin sepi karena kapal jungkung kesulitan melaut.

Pantauan Harianjogja.com di tengah laguna, banyak sisa banjir berupa dahan dan ranting pohon yang masih tersisa. Dahan dan ranting pohon tersebut terlihat jelas dari pinggir laguna. Artinya, kedalaman laguna tersebut makin menyusut karena material pasir yang terbawa banjir.

Salah satu pelaku wisata setempat Mugari menuturkan laguna yang mendangkal membuat perahu kandas. Bahkan menurutnya saat air laguna sedang surut, muncul pulau pasir di tengah laguna. Pulau pasir tersebut akan kembali hilang saat air pasang yang biasanya terjadi di siang hari atau pagi hari. “Perahu jadi banyak nganggurnya. Padahal lumayan satu orang kena tarif Rp10 ribu kalau naik perahu,” katanya, Selasa (9/1/2018).

Padahal menurut Mugari, lima perahu jungkung tersebut juga dioperasikan hingga objek wisata hutan mangrove Baros yang terletak di Desa Tirtohargo, Kecamatan Kretek yang tepat berada di sisi timurnya. Akses lewat laut itu jadi salah satu alternatif jalur wisata karena jalur darat yang berada di tengah sawah rusak parah. Sehingga wisatawan merasa cukup kesulitan melewati jalan tersebut. “Warung apung juga jadi sepi,” imbuhnya.

 

lowongan pekerjaan
SMK CITRA MEDIKA SRAGEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….