Bus toilet milik Pemerintah Kota Jogja yang baru datang sejak akhir tahun lalu di parkir di halaman Balai Kota Jogja, Senin (8/1/2018). (Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja) Bus toilet milik Pemerintah Kota Jogja yang baru datang sejak akhir tahun lalu di parkir di halaman Balai Kota Jogja, Senin (8/1/2018). (Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja)
Selasa, 9 Januari 2018 09:40 WIB Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Jogja Punya Bus Toilet, Tapi Tak sembarang Orang Boleh Mengakses

Hanya tamu VIP yang boleh mengakses bus toilet.

Solopos.com, JOGJA–Pemerintah Kota Jogja membeli dua unit bus toilet seharga Rp1,3 miliar. Bus toilet warna hijau tersebut sudah mulai dioperasionalkan sejak malam pergantian tahun lalu di kawasan Tugu dan Titik Nol Kilometer Jogja.

Rencananya kedua bus toilet tersebut dikhususkan untuk tamu-tamu VIP. “Kota Jogja ini banyak tamu negara sehingga saat acara khusus di luar ruangan butuh toilet yang representatif,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Jogja, Agus Tri Haryono, di Balai Kota Jogja, Senin (8/1/2018).

Agus mengatakan dua bus toilet itu melengkapi satu mobil toilet yang sudah ada sebelumnya. Berbeda dengan mobil toilet yang sudah ada tarif sewanya dalam perda sekitar 2,1 juta untuk 24 jam dalam kota dan Rp3 juta untuk luar kota selama 24 jam. Khusus dua bus toilet sampai kemarin masih digratiskan.

Dinas PUPKP masih memproses penentuan tarif sewanya. Selama belum ada aturannya, bus toilet bisa digunakan tanpa biaya. Hanya, kedua toilet portabel itu tidak sembarangan disewa, melainkan khusus pelayanan dari pemerintah ketika ada keramaian misalnya di Balai Kota, Titik Nol Kilometer, dan Tugu Jogja. “Itu sementara free karena bagian dari pelayanan Pemkot,” kata Agus.

Dua bus toilet itu sudah datang sejak akhir tahun lalu. Masing-masing bus ada dua bilik toilet, tiap bilik ada dua toilet, yakni toilet duduk dan urinoir atau khusus untuk buang air kecil. Bilik tersebut juga dilengkapi dengan pendingin atau AC.

Luar bilik atau dibagian tengah bus terdapat dua westapel dan pengering tangan. Ruang westapel juga dilengkapi dengan pendingin. Sekilas jika tidak ada tulisan ‘Bus Toilet’ bus tersebut seperti bus penumpang biasa.

Tampilan dua bus toilet ini berbeda dengan mobil toilet yang tampilannya seperti mobil boks. Mobil toilet terdapat empat bilik yang setiap biliknya satu toilet. Kemudian dua urinoir dan dua westafel.

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….