Kendaraan melintas di jalan penghubung dua desa yakni Sriharjo dan Selopamioro yang ambrol. Tak kunjung diperbaiki, warga setempat membuat jembatan darurat yang dilengkapi dengan rel, Minggu (7/1/2018). (Harian Jogja/Rheisnayu Cyntara) Kendaraan melintas di jalan penghubung dua desa yakni Sriharjo dan Selopamioro yang ambrol. Tak kunjung diperbaiki, warga setempat membuat jembatan darurat yang dilengkapi dengan rel, Minggu (7/1/2018). (Harian Jogja/Rheisnayu Cyntara)
Selasa, 9 Januari 2018 05:43 WIB Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

Jalan Rusak Parah Pemerintah Tak Anggarkan Dana

Perbaikan jalan diklaim menunggu perbaikan talut oleh (BBWSSO).

Solopos.com, BANTUL–Meskipun jalan yang menghubungkan Desa Sriharjo dan Selopamioro, Kecamatan Imogiri rusak parah namun Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul belum menganggarkan dana perbaikan pada APBD 2018. Alasannya sisi jalan yang tergerus merupakan talut Sungai Oya yang kewenangannya ada di Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO).

Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Bantul Yudo Wibowo mengakui belum memasukkan perbaikan ruas jalan tersebut pada APBD 2018. Pasalnya perbaikan jalan, menurut Yudo, erat kaitannya dengan perbaikan talut Sungai Oya. Sebab sisi selatan jalan yang berbatasan langsung dengan garis sungai telah tergerus seluruhnya.

Maka menurutnya yang perlu diperbaiki lebih dahulu adalah talut sungai. “Kalau langsung diperbaiki jalannya, muspro [percuma]. Kalau ada banjir lagi ya tergerus lagi, sama saja,” katanya kepada Harianjogja.com, Senin (8/1/2018).

Oleh sebab itu, Yudo menyebut masih menunggu keputusan dari BBWSO kapan akan memperbaiki talut Sungai Oya tersebut. Sebab kewenangan perbaikan ada di BBWSO. Setelah talut diperbaiki, baru ia dapat menganggarkan perbaikan jalan tersebut dalam anggaran dinasnya.

Baca juga : Jalan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Bantul Gunakan Rel

Pascabanjir melanda Kabupaten Bantul pada akhir November, ambrolnya jalan makin meluas bahkan jalan yang berada tepat di pinggir Sungai Oya itu akhirnya putus. Warga akhirnya berswadaya membuat jembatan sementara untuk menghubungkan dua sisi jalan menggunakan rel yang biasa digunakan untuk bantalan truk tebu, meminjam kepada Pabrik Gula Madukismo.

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU BEJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….