Google Doodle. (Istimewa/Google.com) Google Doodle. (Istimewa/Google.com)
Selasa, 9 Januari 2018 11:30 WIB Jafar Sodiq Assegaf/JIBI/Solopos.com/Antara Internet Share :

GOOGLE DOODLE
Google Pajang Kuncup Rafflesia Arnoldii

Kekhasan bunga bangkai membuatnya dinobatkan sebagai “bunga langka” nasional Indonesia.

Solopos.com, SOLO – Halaman Google hari ini, Selasa (9/1/2018), menampilkan doodle berupa tiga bunga Rafflesia arnoldii berwarna merah dengan berbagai ukuran. Doodle bunga Rafflesia arnoldii bergerak dan lalu mengeluarkan efek gas.

Google hari ini merayakan 25 tahun penetapan Rafflesia arnoldi sebagai tumbuhan langka nasional dengan menampilkan Doodle bunga bangkai pada halaman muka mesin pencarinya.

Google menampilkan gambar kuncup bunga Rafflesia arnoldii yang kemudian mekar dan mengeluarkan kepulan warna hijau, mengisyaratkan aroma tidak sedap yang menjadi ciri khas dari bunga tersebut.

“Asap hijau pucat yang meledak dari Doodle hari ini membangkitkan bau Rafflesia arnoldii, tanaman Indonesia yang menghasilkan bunga terbesar di dunia,” begitu Google menjelaskan Doodle hari ini.

“Dikenal sebagai bunga bangkai, atau bunga mayat di kalangan penduduk setempat, Rafflesia arnoldii mengeluarkan aroma daging busuk, yang memberi umpan pada bangkai lalat yang menyerbukinya,” jelas Google.

Bunga itu tumbuh sekitar satu meter dan hanya mekar beberapa hari. Kelopaknya berwarna merah dengan bintik-bintik putih dengan bau yang menyengat. Kekhasan bunga bangkai membuatnya dinobatkan sebagai “bunga langka” nasional Indonesia dengan Keputusan Presiden No.4 tahun 1993.

“Spesies yang menakjubkan ini terwakili dalam pola batik tradisional Indonesia yang rumit, terutama di Provinsi Bengkulu di Sumatera, di mana tumbuhan tersebut sering ditemukan,” tulis Google.

“Hari ini, kami merayakan tempat istimewa (dan bau) Rafflesia arnoldii dalam sejarah Indonesia!” tambah Google.

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….