Sejumlah juru ukur tanah bergegas melakukan pengukuran lahan eks Bioskop Indra oleh Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Jalan Margo Mulyo tepat di depan Pasar Beringharjo Yogyakarta, Senin (30/10/2017). Sejumlah juru ukur tanah bergegas melakukan pengukuran lahan eks Bioskop Indra oleh Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Jalan Margo Mulyo tepat di depan Pasar Beringharjo Yogyakarta, Senin (30/10/2017). (Desi Suryanto/JIBI/Harian Jogja)
Selasa, 9 Januari 2018 21:55 WIB I Ketut Sawitra Mustika/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Eks Bioskop Indra Bakal Jadi Sentra PKL, Sultan Berharap Tahun Ini Selesai

Gubernur DIY Sri Sultan HB X berharap pembangunan gedung Eks Bioskop Indra yang akan dijadikan sentra pedagang kaki lima

Solopos.com, JOGJA–Gubernur DIY Sri Sultan HB X berharap pembangunan gedung Eks Bioskop Indra yang akan dijadikan sentra pedagang kaki lima bisa diselesaikan tahun ini.

Sehingga pada tahun 2019, penataan fasad bisa mulai dilaksanakan. Semua upaya perbaikan dilakukan guna mempercantik ikon Kota Jogja itu.

Pemanfaatan gedung Eks Bioskop Indra, ucapnya, bisa menjadi salah satu kekuatan baru yang akan menambah keindahan Malioboro, karena bangunan itu terlihat langsung dari jalanan.

Tujuan lainnya adalah untuk membuat Malioboro semakin bersih, sebab nantinya beberapa PKL akan dipindahkan ke sana. Mengingat urusan pindah-memindahkan PKL bukan perkara sepele, Sri Sultan HB X turut meminta bantuan kepada Pemerintah Kota Jogja untuk membujuk pedagang.

“Harapan? saya pada Pak Wali Kota [Haryadi Suyuti ] dan Wakil Wali Kota [Heroe Poerwadi] bagaimana dibantu melakukan? pendekatan bagi warga PKL di muka Mirota sama dibawah sirene untuk pindah. Atau mungkin depan Pasar [Beringharjo] kurang, bisa masuk ke situ. Saya enggak tahu kapasitasnya tapi saya pikir Malioboro mesti bersih dan [eks bioskop] Indra jadi kekuatan baru karena bisa dilihat dari? Malioboro,” ucap Gubernur di Gedung Eks KONI DIY, Selasa (9/1/2018).

Seakan belum puas, Sri Sultan HB X juga mengatakan perlu ada tempat khusus untuk menyimpan peti PKL.

“Samijaya apakah betul dijual? Coba dilakukan pendekatan. Beli toko bukan untuk jualan, tapi loker untuk nyimpen peti PKL. Tapi kita juga butuh di wilayah utara juga. Sehingga tidak mengotori Malioboro. Nanti dikasi nomor lokernya,” ucap Gubernur kepada para jajarannya.

Gubernur berharap semua proyek mempercantik Malioboro bisa lancar dan membuat ikon Kota Jogja itu semakin mengesankan.

Ia juga berharap setelah Malioboro sudah selesai dipoles dengan maksimal, konsentrasi penataan bisa berlanjut ke Tugu sampai selatan, Jalan KH Ahmad Dahlan, Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Diponegoro.

lowongan pekerjaan
PT.SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….