Parkir bus tamu haul Habib Ali di halaman Benteng Vastenburg Solo, Senin (8/1/2018). (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos) Parkir bus tamu haul Habib Ali di halaman Benteng Vastenburg Solo, Senin (8/1/2018). (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos)
Selasa, 9 Januari 2018 20:35 WIB Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos Solo Share :

Disparta Sebut Ulah Jukir Vastenburg Tarik Tarif Parkir Rp100.000 Coreng Wisata Solo

Disparta Solo menyesalkan ulah jukir kawasan Benteng Vastenburg yang menarik tarif parkir bus hingga Rp100.000.

Solopos.com, SOLO Dinas Pariwisata (Disparta) Solo menyesalkan ulah juru parkir kawasan Benteng Vastenburg yang menarik biaya parkir bus hingga Rp100.000 untuk satu bus selama sehari saat penyelanggaraan haul Habib Ali, Minggu (7/1/2018) lalu.

Disparta menyebut ulah jukir itu bisa mencoreng pariwisata Solo. Karenanya diharapkan para jukir lainnya di Kota Bengawan tak melakukan hal yang sama saat digelar event wisata maupun budaya ke depannya.

Kabid Pemasaran Wisata Disparta Solo, Wahyu Kristina, mengatakan tarif parkir hingga Rp100.000/bus/hari yang dikenakan kepada para perizarah acara haul Habib Ali terlalu tinggi dan tidak wajar. Ina, sapaan akrab Wahyu Kristina, menegaskan tarif parkir yang tak wajar menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat.

Kalau pas ada event, baik jukir maupun PKL janganlah aji mumpung. Kami minta para jukir tidak lagi menarik tarif parkir tak wajar. Demikian juga bagi PKL, jangan sampai nuthuk tamu istilahnya,” kata Ina saat dimintai tanggapan Solopos.com, Selasa (9/1/2018).

Ina menyampaikan tarif parkir yang tak wajar rawan menimbulkan kekecewaan bagi para wisatawan. Wisatawan tersebut bisa saja menjadi trauma sehingga enggan berkunjung lagi ke Kota Solo.

Disparta mendorong Dinas Perhubungan (Dishub) Solo lebih intensif lagi membina para jukir sehingga tidak ada temuan kasus wisatawan kecewa dengan tarif parkir yang terlalu tinggi.

Masalah tarikan tarif parkir yang tak wajar bisa menjadi kampanye yang tidak bagus untuk pariwisata Solo. Kabar buruk ini bisa tersebar dengan cepat. Apalagi sekarang ada media sosial. Wisatawan bisa jadi enggan ke Solo atau kembali ke Solo setelah mengetahui tarif parkirnya di sini tak wajar,” jelas Ina.

Ketua Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Solo, Daryono, sependapat dengan Ina. Menurut dia, tarif parkir yang tak wajar bisa mencoreng citra wisata Kota Solo.

Para wisatawan bisa kecewa saat tiba-tiba ditarik tarif parkir terlalu tinggi. Daryono mengusulkan agar setiap pengelola tempat parkir baik di lahan pemerintah maupun lahan swasta kini mulai diwajiban memasang daftar tarif parkir yang berlaku.

Dengan begitu, paling tidak para pengendara tidak merasa tertipu jika pun ditarik tarif tinggi. “Pelanggaran penarikan tarif parkir rawan terjadi saat digelar event. Menurut saya, yang terpenting sekarang adalah pengelola parkir wajib memasang spanduk yang bisa menginformasikan secara jelas tarif parkir yang berlaku. Pengendara pokoknya jangan sampai terkejut saat ditarik tarif parkir,” tutur Daryono.

lowongan pekerjaan
PT. BUMI AKSARA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….