ILUSTRASI (JIBI/SOLOPOS/Dok)
Selasa, 9 Januari 2018 20:05 WIB JIBI/Solopos/Antara Madiun Share :

Bulog Jual Beras Rp9.350/Kg dalam OP di Kota Madiun

OP beras akan dilaksanakan di Kota Madiun.

Solopos.com, MADIUN — Harga beras di Kota Madiun dan sekitarnya masih relatif tinggi dibandingkan kondisi normal. Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre IV Madiun siap menggelar operasi pasar (OP) beras guna menekan tingginya harga di pasaran.

Dalam OP tersebut, beras akan dijual Rp9.350 per kilogram.”Bulog siap menggelontorkan beras sebanyak-sebanyaknya ke pasar untuk menstabilkan harga beras saat ini. Berapapun butuhnya, kami siap,” ujar Kepala Bulog Sub Divre IV Madiun Heriswa, Selasa (9/1/2018).

Heriswa yang dijumpai saat kegiatan pelepasan beras medium Bulog untuk OP Stabilkan Harga di Gudang Bulog Nambangan Kidul, Kota Madiun, menambahkan beras medium tersebut akan didistribusikan ke pedagang grosir beras dengan melibatkan Dinas Perdagangan dan tim satgas pangan setempat.

“Sejauh ini yang menyatakan telah siap menggelar OP adalah Pemkot Madiun. Untuk Pemkab Madiun dan Ngawi masih dikoordinasikan,” kata dia.

Heriswan mengatakan Bulog Madiun saat ini memiliki stok beras medium sekitar 9.000 ton beras yang siap didistribusikan. Stok tersebut juga cukup untuk empat bulan ke depan.

“Kami diperintah oleh Kementerian Perdagangan untuk melaksanakan OP sampai Maret, tapi stok kami saat ini cukup sampai empat bulan ke depan,” kata dia.

Heriswan menjelaskan selama ini operasi pasar yang dilaksanakan Bulog Madiun dengan berbagai instansi terkait ke pasar-pasar selalu habis diserap warga. Namun, cara OP tersebut dinilai belum cukup gereget atau belum signifikan menurunkan harga.

Karena itu, Kementerian Perdagangan meminta Bulog melaksanakan OP dengan menggandeng mitranya yaitu para pedagang beras yang ada di daerah setempat. Sesuai dengan SK Mendag terbaru, harga eceran tertinggi (HET) yang dipatok dalam OP tersebut adalah Rp9.450 per kilogram.

“Tapi dalam OP kali ini HET yang kami lepas adalah RpRp9.350 per kilogram, Rp100 di bawah patokan,” ungkap Heriswan.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun Gaguk Hariyono mengatakan OP beras kali ini akan menyasar para pedagang grosir di Pasar Besar dan Pasar Sleko Madiun. Kedua pasar tersebut dipilih karena memang menjadi pusat pembelian beras oleh masyarakat.

“Nanti beras OP akan langsung dijual ke pedagang dengan harga yang sudah ditetapkan sehingga warga bisa membeli dengan harga di bawah HET,” kata Gaguk.

Sesuai pantauan, harga beras medium jenis IR 64 di pasaran Kota Madiun saat ini masih berkisar Rp10.500 hingga Rp12.000 per kilogram. Harga tersebut tergolong tinggi dari normalnya yang mencapai Rp8.500 hingga Rp9.000 per kilogram.

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….