Suasana pemandangan salah satu sisi perbukitan menoreh di Desa Banjaroya, beberapa waktu lalu. (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja) Suasana pemandangan salah satu sisi perbukitan menoreh di Desa Banjaroya, beberapa waktu lalu. (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja)
Selasa, 9 Januari 2018 21:40 WIB Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

Bakal Ada Landmark Kabupaten Kulonprogo di Perbukitan Menoreh

Pemkab berencana bangun penanda kota.

Solopos.com, KULONPROGO–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo berencana membangun penanda kota (landmark) Kulonprogo di kawasan perbukitan menoreh. Penanda kota tersebut akan dibangun melengkapi jembatan yang berada di jalur yang sama.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPKP) Kulonprogo, Nur Cahyo Wibowo mengatakan nantinya jembatan tersebut berada di perbatasan Kebonharjo dengan Purworejo, Jawa Tengah. Berada di persimpangan dan dilengkapi dengan pemandangan pepohonan pinus, harapannya akan ada banyak warga dan wisatawan yang berkunjung.

“Warga dan pengunjung bisa berfoto-foto di sana, mengingatkan pada Cemoro Sewu, Karanganyar yang terkenal menjadi spot wisata. Kendati demikian, saat ini kami masih fokus pada proyek bedah menoreh,” kata dia, Senin (8/1/2018).

Ia menjelaskan pada 2018 ini proyek bedah menoreh memasuki tahapan percepatan pembangunan. Sedikitnya anggaran sebesar Rp2 miliar dialokasikan untuk membangun trase yang berada di jalur Prangkokan menuju Ngori di Desa Kebonharjo sepanjang 2,6 Kilometer. Setelah itu, proyek akan dilanjutkan dengan membangun jalur Ngori menuju Serguyu.

Sesungguhnya pembangunan konstruksi membutuhkan dana sebanyak Rp26 miliar, diperuntukkan pembangunan jalan dengan panjang 2,67 Kilometer dan lebar tujuh meter. Namun apabila ditotal, secara keseluruhan pembangunan ruas jalan ini membutuhkan Rp46 miliar. Namun pengerjaan dilakukan secara bertahap, pada 2018 pembangunan fokus pembangunan jalan saja tanpa pengaspalan dan jembatan. “Ada kebutuhan membangun jembatan sepanjang 80 meter yang membutuhkan dana Rp20 miliar,” kata dia.

Pada 2019 Pemkab akan kembali mengusulkan pembiayaan proyek bedah menoreh sepanjang total 63 kilometer itu lewat Dana Keistimewaan. Saat ini masih masih proses pengajuan ke Pemda DIY.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kulonprogo Agus Langgeng Basuki mengungkapkan program bedah menoreh dilaksanakan bertahap. Pada 2019 nanti, Pemerintah DIY menyatakan akan melakukan studi kelayakan dan menyusun Detail Engineering Design (DED) jalan bedah Menoreh yang belum diselesaikan kabupaten, termasuk membiayai tahapan tersebut.

lowongan pekerjaan
PT.SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….