Salah seorang relawan penolak NYIA yang menderita luka saat terjadi kericuhan di tengah pelaksanaan land clearing tahap kedua, di Desa Glagah, Selasa (9/1/2018). (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja) Salah seorang relawan penolak NYIA yang menderita luka saat terjadi kericuhan di tengah pelaksanaan land clearing tahap kedua, di Desa Glagah, Selasa (9/1/2018). (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja)
Selasa, 9 Januari 2018 19:55 WIB Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

4 Mahasiswa yang Ditangkap saat Ricuh Land Clearing NYIA Dibebaskan

Empat orang mahasiswa yang ditangkap aparat kepolisian di sela pelaksanaan land clearing akhirnya dibebaskan

 
Solopos.com, KULONPROGO-Empat orang mahasiswa yang ditangkap aparat kepolisian di sela pelaksanaan land clearing New Yogyakarta International Airport (NYIA) akhirnya dibebaskan.

Baca juga : Bersitegang dengan Aparat, Aktivis yang Dampingi Warga Penolak Land Clearing NYIA Terluka

Kasat Reskrim Polres Kulonprogo, AKP Dicky Hermansyah mengungkapkan, mereka yang ditangkap seluruhnya masih berstatus mahasiswa. Inisial keempat orang itu adalah Mh, Mr, Rm, Za. Jajarannya juga masih melakukan penyelidikan mengenai apakah mereka terlibat tindak pidana atau tidak.

Pembebasan keempat mahasiswa juga ia akui didasarkan atas instruksi Kapolres Kulonprogo.

“Mereka dipastikan bebas, namun mereka mengikuti cek kesehatan terlebih dahulu,” terangnya, Selasa (9/1/2018).

Kapolres Kulonprogo, AKBP Irfan Rifai mengungkapkan mahasiswa tersebut berasal dari tiga perguruan tinggi di Jogja. Mereka dibebaskan karena pada prinsipnya jajarannya hanya mengamankan mereka, agar tidak memprovokasi warga untuk menolak pembersihan lahan.

“Mereka itu kan intelektual, kalau mau menolak ya ajak warga dengan cara yang baik-baik, jangan dengan cara menghimpun masa seperti ini,” imbuhnya.

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo menambahkan, ia berharap mahasiswa dibebaskan karena para mahasiswa bisa diberi pendekatan dan pemahaman oleh perguruan tinggi mereka.

“Perguruan tinggi bisa diajak bekerjasama, barangkali ada pemahaman yang belum tuntas,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama ia juga menyayangkan rencana pertemuan antara mahasiswa, Pemkab dan Angkasa Pura I yang gagal diselenggarakan pada beberapa waktu lalu.

“Padahal saya sudah menyiapkan waktu, tapi malah mahasiswa membatalkan,” kata dia.

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU BEJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….