Saat ini sedang dirintis spot baru wisata Bukit Klumprit, Dusun Klumprit, Wukirharjo, Prambanan. (Harian Jogja/Abdul Hamid Razak) Saat ini sedang dirintis spot baru wisata Bukit Klumprit, Dusun Klumprit, Wukirharjo, Prambanan. (Harian Jogja/Abdul Hamid Razak)
Senin, 8 Januari 2018 05:20 WIB Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Wukirharjo Rintis Destinasi Wisata Alam

Sejumlah spot wisata siap manjakan wisatawan

Solopos.com, SLEMAN-Daerah perbukitan di wilayah Prambanan banyak menyimpan pemandangan alam yang ciamik. Sejumlah spot wisata yang menawarkan keindahan alam pun bermunculan.

Selain Tebing Breksi, spot Slamet Riyadi, Candi Ijo, saat ini sedang dirintis spot baru di Wukirharjo. Spot ini berada di Bukit Klumprit, Dusun Klumprit, Wukirharjo, Prambanan. “Wisatawan nanti bisa melihat pemandangan dari empat penjuru, Utara, Timur, Selatan dan Barat,” jelas Kaur Keuangan Pemdes Wukirharjo Suparman, Sabtu (6/1/2018).

Lokasinya yang berada di wilayah ketinggian, kata Suparman, dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan utamanya untuk menyaksikan terbenamnya matahari (sunset). Jika menghadap ke Utara, wisatawan akan menyaksikan keindahan Gunung Merapi dan wisata Candi Prambanan. Di sebelah Timur, tampak wisata Rawa Jombor, ke Selatan selain perbukitan purba Gunungkidul juga terlihat wisata rumah Dome.

“Pandangannya terbuka dan luas karena ini puncak tertinggi di perbukitan Prambanan. Luas area sekitar 25 hektare sebagian tanah kas desa sebagian milik warga,” ujarnya.

Sayangnya, akses menuju Bukit Klumprit tersebut saat ini masih belum ideal. Yang ada hanya jalan setapak agar bisa sampai ke lokasi tersebut. Kondisi jalan setapak pun tidak terlalu lebar. Di beberapa titik wisatawan harus berjalan sedikit mendaki. Meskipun begitu, waktu tempuh berjalan kaki dari bawah ke puncak Bukit Klumprit hanya sekitar 10-15 menit.

Kondisi topografi di bukit ini tidak sepenuhnya data. Sebab, sebagian besar lokasi tersebut dipenuhi batuan breksi. “Banyak bebatuan breksi, tapi ini bukan wilayah penambangan. Jadi lokasi ini masih alami,” tutur Suparman.

Saat ini, lanjutnya, Pemdes bersama warga sedang mengupayakan akses jalan menuju lokasi. Hal itu disiapkan agar lokasi tersebut dapat menjadi destinasi wisata alam baru dan dapat ditawarkan kepada kalayak. Keterlibatan warga dinilai penting karena selama untuk pemberdayaan dan kesejahteraan warga ke depan.

“Sebagian infrastruktur dan pemberdayaan di sini melibatkan warga dan kelompok-kelompok masyarakat. Pemdes hanya mengawasinya,” ujar dia.

Jika semua infrastruktur dan kelompok masyarakat siap mengelola Bukit Klumprit tersebut, bukan tidak mungkin Pemdes akan menfasilitasi beridirinya Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Tahun ini ditargetkan launching Desa Sadar Wisata. “Arahnya ke sana. BUMDesa Wisata. Ini kami rintis dulu bersama warga padukuhan Klumprit,” katanya.

lowongan pekerjaan
SMK CITRA MEDIKA SRAGEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….