Kendaraan melintas di jalan penghubung dua desa yakni Sriharjo dan Selopamioro yang ambrol. Tak kunjung diperbaiki, warga setempat membuat jembatan darurat yang dilengkapi dengan rel, Minggu (7/1/2018). (Harian Jogja/Rheisnayu Cyntara) Kendaraan melintas di jalan penghubung dua desa yakni Sriharjo dan Selopamioro yang ambrol. Tak kunjung diperbaiki, warga setempat membuat jembatan darurat yang dilengkapi dengan rel, Minggu (7/1/2018). (Harian Jogja/Rheisnayu Cyntara)
Senin, 8 Januari 2018 12:20 WIB Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

Warga Sriharjo Siap Lahannya Dipakai untuk Relokasi Jalan

Lahan persawahan warga yang berada di utara jalan akan terpakai untuk pembangunan jalan

Solopos.com, BANTUL-Kepala Dukuh Wunut, Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri Sugianto menyatakan, warga siap jika lahannya digunakan untuk relokasi jalan penghubung dua desa yakni Sriharjo dan Selopamioro yang ambrol.

“Ada wacana jalan tersebut diperbaiki dengan diganti jalan yang baru di sebelahnya,” ungkap dia kepada Solopos.com, Minggu (7/1/2018).

Sugianto menyebut jalan tersebut berstatus jalan kabupaten yang kewenangan perbaikannya ada di Pemkab Bantul. Pasca-tergerus beberapa bulan yang lalu, ia mengaku telah berkomunikasi dengan dinas terkait. Tim dari dinas pun telah meninjau lokasi tersebut.

Baca juga : Jalan tak kunjung diperbaiki, warga gunakan rel

Meskipun belum ada keputusan resmi, setelah peninjauan lokasi tersebut sempat ada wacana agar jalan dibelokkan sedikit ke utara. Artinya, lahan persawahan warga yang berada di utara jalan akan terpakai untuk pembangunan jalan.

Pasalnya, jika tidak digeser ke utara, tidak ada cara lain kecuali menyambung kembali jalan yang terputus. Sugianto mengatakan, hal itu sulit dilakukan karena penguatan tanah harus diutamakan. Lantaran kondisi tanah yang rawan tergerus air sungai.

“Memang belum ada omongan resmi, tapi prinsipnya warga ikut pemerintah. Apalagi ini jalan untuk kepentingan umum,” ujarnya.

Sugianto menjelaskan, setelah tahap peninjauan lokasi, ia belum mendapat kepastian selanjutnya kapan perbaikan jalan akan mulai dilakukan. Padahal menurutnya, warga sangat bergantung pada jalan tersebut. Terlebih lagi, sembilan rel yang digunakan untuk alas jalan darurat hanyalah sementara. Sebab statusnya merupakan pinjaman dari Pabrik Gula Madukismo.

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….