Empat Tahun Merapi (JIBI/Harian Jogja/Gigih M. Hanafi)
Senin, 8 Januari 2018 17:20 WIB Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Sopir Jeep Lavatour yang Tewaskan Penumpangnya Ternyata Tak Punya SIM

Sopir jeep yang mengalami kecelakaan di Jalan Kaliurang dipastikan tidak mengantongi Surat Izin Mengemudi (SIM) apapun.

Solopos.com, SLEMAN-Salah satu korban kecelakaan jeep Lava Tour di Pakem, Fatun Hikmah, 50, meninggal dunia akibat gegar otak di RS Panti Nugroho pada Senin (8/1/2018) pagi. Sopir yang mengendarai jeep tersebut juga dipastikan tidak mengantongi Surat Izin Mengemudi (SIM) apapun.

Baca juga : Jenazah Korban Jeep Lavatour Merapi Dipulangkan ke Rumah Duka

Korban yang merupakan wisatawan asal Pati, Jawa Tengah itu meninggal dunia setelah sempat diopname dan langsung dibawa keluarganya kembali ke rumahnya. Kasatlantas Polres Sleman, SKP M. Faisal Pratama membenarkan jika Fatun meninggal dunia.

Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, supir jeep ini, Wisnu Joko Santoso, tidak memiliki SIM meski sudah berusia 18 tahun. STNK kendaraan naas ini juga sampai saat ini belum diserahkan kepada petugas.

Kelengkapan surat ini penting bagi bukti keabsahan kendaraan wisata ini. Saat ini, Joko masih dirawat karena menderita luka di pelipis.

Kasatlantas mengimbau agar pelaksanaan wisata dengan kendaraan khusus ini berhati-hati dari segi keselamatan dan daya muat. Jeep Lava Tour seharusnya hanya ditumpangi empat orang sudah dengan supirnya.

Namun, kerapkali jumlahnya dipaksakan hingga melebihi kapasitas dan menggangu faktor keamanannya. Faktanya, jeep dengan nopol AD 8653 D ini mengakut enam orang penumpang saat kejadian. Total ada tujuh orang dalam kendaraan itu termasuk supirnya.

Disampaikan pula jika jajaran Pemkab Sleman dan Polres Sleman sudah melakukan pertemuan merespon kejadian ini. Berikutnya akan dilakukan pendataan jumlah jeep yang ada serta pengecekan kelayakannya.

AKP Faisal juga menyayangkan pengelola jeep wisata yang membiarkan ada pengendaranya tanpa kepemilikan SIM. Hal ini dinilai akan mengganggu citra wisata Jogja, terlebih lagi rute yang dijalani jeep Lava Tour dinilai cukup ekstrem sehingga butuh kemampuan tersendiri.

Kanit Laka Lantas, Iptu Eryda Kusuma mengatakan bukti yang dikumpulkan belum bisa mengarah pada satu kesimpulan soal penyebab kecelakaan ini. Namun, ada dua dugaan yakni faktor human error dan kecepatan kendaraan.

Pihaknya sampai saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai kejadian ini. “Masih kita lidik, lihat nanti hasilnya seperti apa,” katanya.

Sebelumnya, sebuah mobil jeep yang ditumpangi wisatawan mengalami kecelakaan di Jalan Kaliurang KM 20, Dusun Pantiasih, Pakembinangun, Pakem, Minggu (7/1/2018) siang. Saat kejadian, Jeep Willys itu mengangkut enam orang wisatawan dari arah obyek wisata Kaliurang.

Sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit lantaran luka-luka yang dialami, korban kecelakaan Jeep Lavatour Merapi Fatunhikmah, 50, Warga Gabus Pati, akhirnya meninggal dunia. Korban menghembuakan nafas pada Senin (7/1/2018) sekitar pukul 02.00 WIB.

lowongan pekerjaan
PT.SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….