Jajaran Polsek Gunungkidul saat merazia ratusan pengendara motor yang merupakan kelompok pelajar asal Jogja. Sabtu (6/1/2018). (IST/Polres Gunungkidul) Jajaran Polsek Gunungkidul saat merazia ratusan pengendara motor yang merupakan kelompok pelajar asal Jogja. Sabtu (6/1/2018). (IST/Polres Gunungkidul)
Senin, 8 Januari 2018 14:55 WIB David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

Rawan Aksi Geng Motor, Polisi Gunungkidul Tingkatkan Pengamanan JJLS

JLLS masuk daerah rawan karena kondisi jalan yang relatif sepi

Solopos.com, GUNUNGKIDUL-Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) menjadi salah satu titik kerawanan terhadap aksi kekerasan yang melibatkan geng motor. Oleh karena itu, jajaran Polres Gunungkidul akan meningkatkan pengamanan di sepanjang jalur agar kekerasan dapat dicegah.

Salah satu upaya yang dilakukan dapat dilihat dari razia terhadap ratusan pengendara motor yang merupakan kelompok pelajar dari Jogja pada Sabtu (6/1/2018) oleh jajaran Polsek Saptosari. Hasilnya polisi menyita dua bilah kayu sebagai tiang bendera kelompok. Secara keseluruhan dalam razia tersebut tidak ditemukan benda-benda mencurigakan seperti benda tajam hingga minuman keras.

Kasubag Humas Polres Gunungkidul Iptu Ngadino mengatakan, JJLS merupakan salah satu lokasi rawan terhadap aksi kekerasan yang melibatkan geng motor. Hal ini terlihat adanya aksi kekerasan pada malam pergantian tahun lalu, di mana ada oknum geng motor yang menyerang wisatawan. “Kami tidak ingin peristiwa yang sama terulang kembali. Jadi kami akan terus meningkatkan kewaspadaan,” kata Ngadino kepada wartawan, Minggu (7/1/2018).

Menurut dia, JLLS masuk daerah rawan karena kondisi jalan yang relatif sepi sehingga potensi terjadi tindak kriminal jadi semakin besar. “Ini yang harus diantisipasi. Jadi untuk pengamanan tidak hanya melibatkan polsek-polesk di wilayah Gunungkidul, tapi juga melibatkan Polres Bantul yang secara geografis letaknya berdekatan,” ungkapnya.

Kapolsek Saptosari Eko Andriyanto W membenarkan telah melakukan razia terhadap ratusan pengendara motor yang merupakan anggota pelajar dari Jogja. Langkah ini dilakukan untuk pengamanan di jalur wisata dari aksi kekerasan maupun tindak kriminal yang melibatkan anggota geng motor.

“Sebelum razia, kami mendapatkan informasi dari Polres Bantul adanya irit-iritan sepeda motor yang masuk ke Gunungkidul. jadi agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan, maka kami lakukan pemeriksaan,” katanya.

Menurut dia, dalam pemeriksaan tersebut, polisi tidak menemukan benda-benda yang mencurigakan dan hanya mengambil dua kayu untuk tiang bendera. Selain itu, lanjut Eko, petugas juga sempat meminta keterangan dari koordinator rombongan terkait dengan tujuan masuk ke Gunungkidul. “Mereka ingin berwisata ke pantai dan setelah diperiksa dan diberikan pembinaan, rombongan kami lepas,” ungkapnya.

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….