Pasangan calon wali kota dan calon wakil wali kota Madiun yang diusung Partai Gerindra, Partai Golkar, dan PKS, yaitu Yusuf Rohana dan Bambang Wahyudi mengenakan pakaian lurik saat mendaftar di KPU Kota Madiun, Senin (8/1/2018). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com) Pasangan calon wali kota dan calon wakil wali kota Madiun yang diusung Partai Gerindra, Partai Golkar, dan PKS, yaitu Yusuf Rohana dan Bambang Wahyudi mengenakan pakaian lurik saat mendaftar di KPU Kota Madiun, Senin (8/1/2018). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)
Senin, 8 Januari 2018 16:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

PILKADA MADIUN 2018
Yusuf Rohana-Bambang Wahyudi Mendaftar Diiringi Reog Ponorogo

Pilkada Madiun 2018, pasangan Yusuf dan Bambang yang diusung tiga partai politik resmi mendaftar di KPU Kota Madiun.

Solopos.com, MADIUN — Pasangan calon wali kota dan calon wakil wali kota Madiun yang diusung koalisi tiga partai yakni Gerindra, Golkar, dan PKS, Yusuf Rohana dan Bambang Wahyudi, menjadi pendaftar kedua di KPU Kota Madiun, Senin (8/1/2018) pagi.

Mereka mendaftar dengan diiringi ratusan pendukung dan disertai reog Ponorogo. Pasangan yang diusung koalisi poros tengah di Pilkada Kota Madiun itu ke KPU menggunakan pakaian lurik dan blangkon.

Kemudian sekitar 200 pendukung mereka mengenakan seragam partai dan ada pula yang mengenakan pakaian lurik. Selain itu, ada dua dadak merak reog Ponorogo yang mengiringi pasangan ini. (baca: Naik Motor Matic, Harryadin Mahardika-Arief Rahman Mendaftar ke KPU Kota Madiun)

Pasangan dari tiga partai ini tiba di KPU setempat setelah pasangan calon dari jalur perseorangan Mahardika dan Arief mendaftarkan diri.

Calon wali kota Madiun, Yusuf Rohana, mengatakan dirinya bersama Bambang datang untuk mendaftar sebagai peserta Pilkada Kota Madiun 2018. Dia berharap kehadirannya bisa menambah alternatif pilihan bagi masyarakat Madiun untuk memilih pemimpin.

“Supaya lebih bervariatif. Ya biar yang dipilih tidak itu-itu saja,” kata dia kepada wartawan.

Yusuf yang merupakan anggota DPRD Provinsi Jawa Timur ini menyampaikan Kota Madiun sebenarnya memiliki potensi luar biasa dari berbagai sisi seperti budaya, kuliner, wisata, dan lainnya. Tetapi selama ini potensi tersebut belum tergarap secara optimal.

Untuk itu, dirinya bercita-cita membawa Kota Madiun menjadi lebih baik dan tujuannya untuk menyejahterakan masyarakat.

Yusuf optimistis bisa memenangkan pilkada ini dan menduduki jabatan sebagai wali kota Madiun. Apalagi dalam pencalonannya didukung oleh tiga partai yang memiliki suara di dewan seperti Gerindra memiliki empat kursi, Golkar dua kursi, dan PKS satu kursi.

“Semoga kami bisa bisa berkompetisi secara sehat,” ujar dia. (baca pula: Gerindra, PKS, dan Golkar Usung Yusuf-Bambang Jadi Cawali-Cawawali Madiun)

Sementara itu, calon wakil wali kota Madiun, Bambang Wahyudi, menyampaikan cukup terkejut atas rekomendasi yang keluar dan menyebutkan dirinya sebagai calon wakil wali kota yang diusung tiga partai koalisi ini. Sebelumnya, dalam penjaringan calon dirinya tidak ikut mendaftar.

Meski demikian, Bambang mengaku siap karena ini merupakan tugas dari partai. “Saya harus siap karena ini murni penugasan partai,” kata dia.

Bambang juga optimistis pasangan ini akan memenangi Pilkada Kota Madiun 2018. Hal ini berdasar kekuatan mesin di tiga partai yang mengusungnya. Apalagi, dia mengklaim Partai Gerindra sedang naik daun.

“Strategi politik juga sudah kita siapkan. Ada 10.000 banner yang sudah kami siapkan. Ini menunggu izin keluar dari pemkot,” jelas dia.

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….