Oprah Winfrey menyampaikan pidato di ajang Golden Globes 2018, Minggu (7/1/2018). (Eonline.com) Oprah Winfrey menyampaikan pidato di ajang Golden Globes 2018, Minggu (7/1/2018). (Eonline.com)
Senin, 8 Januari 2018 21:10 WIB Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com Issue Share :

Pidato Soal Pelecehan Seksual Warnai Golden Globes 2018

Pidato soal Golden Globes 2018 yang diwarnai pidato soal pelecehan seksual.

Solopos.com, SOLO – Ajang penghargaan tahunan bergengsi untuk film dan program televisi di Amerika Serikat, Golden Globes, yang digelar Minggu (7/1/2018), waktu setempat atau Senin (8/1/2018) pagi WIB, berlangsung meriah. Acara yang digelar di The Beverly Hilton, Beverly Hills, Kalifornia, Amerika Serikat, dihadiri sejumlah selebritas papan atas.

Dalam acara tersebut, semua tamu undangan yang hadir tampak mengenakan busana berwarna hitam. Busana itu dipilih sebagai bentuk protes atas isu pelecehan seksual di industri hiburan yang belakangan ini santer diperbincangkan. Gelaran ke-75 Golden Globes ini juga penuh dengan sindiran dan pidato seputar pelecehan seksual. Baca juga: Cetak Sejarah Baru, Ini Daftar Lengkap Pemenang Golden Globe 2018

Pembawa acara Golden Globes 2018, Seth Meyer, dan sejumlah pemenang yang maju ke panggung untuk menerima piala ikut mengomentari skandal pelecehan seksual yang mengguncang jagat hiburan Hollywood 2017 lalu. “Selamat Tahun Baru. Ganja akhirnya diizinkan dan pelecehan seksual dihentikan,” ujar Seth Meyer yang disambut tepuk tangan tamu undangan seperti dilansir Reuters, Senin (8/1/2018).

Dalam acara tersebut, artis papan atas Amerika Serikat, Oprah Winfrey, menerima penghargaan seumur hidup yang disebut The Golden Globes’ Cecil B. DeMille Awards. Kehidupan masa muda yang kelam serta perjuangannya meniti karier menjadi alasan pihak Golden Globes memberikan penghargaan itu kepada Oprah.

Penghargaan luar biasa itu membuat Oprah Winfrey terharu. Dia kemudian menceritakan sekelumit kisah masa lalunya. Dia ingat betul saat melihat Sidney Poitier dinobatkan sebagai aktor terbaik dalam ajang Academy Awards 1964. Wanita berusia 63 tahun itu amat takjub melihat prestasi luar biasa dari Sidney Poitier yang merupakan seorang aktor berkulit hitam. Baca juga: Mengintip Suvenir di Golden Globe 2018

“Saya ingat betul betapa luar biasanya Sidney Poitier yang menjadi aktor terbaik di Academy Awards. Sejak saat itu, saya semakin semangat berkarier dan menjadikannya sebagai inspirasi sampai kini meraih penghargaan luar biasa ini,” sambung Oprah Winfrey.

Tak lupa, Oprah Winfrey mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang mendukungnya berkarier di dunia hiburan Hollywood. Di akhir pidatonya, dia juga berterima kasih kepada media massa yang telah membuka tabir soal kelamnya jagat hiburan. Dia juga menyampaikan rasa simpatinya kepada para korban pelecehan seksual yang berani bersuara.

“Terima kasih kepada semua pihak yang berani menyuarakan soal pelecehan seksual. Saya sangat terinspirasi dengan semua wanita tangguh di luar sana. Berkat kekuatan mereka, kini banyak orang yang berani menceritakan pengalaman buruk pelecehan seksual yang pernah dirasakan. Tahun ini, wanita menjadi cerita yang berpengaruh dalam segala aspek kehidupan,” tuturnya.

Oprah Winfrey menambahkan, kebenaran adalah hal yang mesti dijunjung tinggi. Seseorang yang berpegang teguh pada kebenaran tidak akan pernah takut menghadapi apapun.”Setiap orang harus memegang teguh kebenaran. Jika berada di jalur yang benar, kita tentu tidak perlu takut terhadap apapun. Sudah lama sekali saya tidak mendengar ada wanita yang berani mengatakan kebenaran pahit seperti ini. Saya sangat kagum kepada mereka yang berani menyuarakan kebenaran soal pengalaman pahit mengalami pelecehan seksual,” tegasnya.

Senada dengan Oprah Winfrey, aktris Nicole Kidman juga menyampaikan aspirasinya soal kasus pelecehan seksual. Dia memenangkan kategori aktris terbaik berkat perannya sebagai korban kekerasan rumah tangga dalam serial televisi Big Little Lies. Dalam pidatonya, dia menceritakan sosok ibunya yang merupakan seorang pengacara yang memperjuangkan hak kaum wanita. Dia menilai kekuatan seorang wanita sangat luar biasa dan tidak bisa dianggap remeh.

Selanjutnya, Elisabeth Emos yang juga meraih penghargaan aktris terbaik berkat serial televisi The Handmaids Tale juga mengungkapkan hal yang sama. Dia mendedikasikan pialanya untuk penulis asal Kanada, Margaret Atwood, dan semua wanita yang berani menyuarakan soal kesetaraan. “Ini untukmu dan semua wanita yang berani menyuarakan ketidakadilan dan berjuang untuk kesetaraan serta kebebasan kita di dunia,” katanya.

 

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU BEJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….