Robot polisi lalu lintas Pangeran kini berdiri di persimpangan Flyover Jombor sejak beberapa hari lalu. (Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja) Robot polisi lalu lintas Pangeran kini berdiri di persimpangan Flyover Jombor sejak beberapa hari lalu. (Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja)
Senin, 8 Januari 2018 15:19 WIB Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Perkenalkan, "Polisi" Keren di Samping Fly Over Jombor Ini Bernama Pangeran

Patung polisi di kawasan fly over Jombor diperbaharui

Solopos.com, SLEMAN-Ada pemandangan baru di sisi bundaran Flyover Jombor sejak beberapa hari lalu. Hal baru itu adalah patung polisi bernama Pangeran dengan wajah lebih segar pengganti patung polisi Wibawa yang sudah jadi legenda.

Patung dengan postur dan bentuk wajah lebih berisi daripada patung versi lamanya ini diberi nama Pangeran sesuai nama sandi untuk anggota lantas. Dengan ukuran sama seperti orang dewasa, Pangeran juga tampak lebih tampan daripada pendahulunya.

Aiptu Kusumbogo, Danru Poslantas Jombor mengatakan pemberian nama ini sesuai dengan instruksi atasnya. “Pangeran ini kan nama sandi kita, seperti dulu istilah zebra,” terangnya kepada Harianjogja.com ketika ditemui di lokasi, Sabtu (6/1/2018).

Berbeda dari Wibawa, Pangeran dilengkapi dengan jaket dan light stick sehingga tampilannya benar-benar menyerupai anggota Satlantas. Pergelangan tangan kanannya juga bisa bergerak naik turun sehingga jelas Pangeran ini lebih canggih dan kekinian dibandingkan Wibawa.

Aiptu Kusumbogo juga menjelaskan jika light stick yang dipasang di tangan kanan ini bakal dinyalakan mulai petang setiap harinya. Alat penanda ini akan terus dinyalakan hingga subuh di lokasi dengan jumlah kendaraan yang ramai. Harapannya, ini akan membantu pengendara ketika malam hari maupun cuaca buruk untuk lebih berhati-hati.

Kemungkinan, bakal ada Pangeran lain yang dipasang di titik lain meski belum bisa dipastikan. Pertimbangannya salah satunya adalah soal kepadatan arus kendaraan di sepanjang ring road.

Kanit Dikyasa Polres Sleman, Ipda Riki menjelaskan jika patung semi otomatis ini merupakan hasil kerja sama Ditlantas dengan Jasa Raharga.

Sejauh ini, baru ada satu patung yang letaknya di Sleman. Penempatannya tentunya sudah dipertimbangkan benar mengacu pada fungsi dan lokasinya.

“Sebelumnya kita sudah survey untuk perempatan patung robot poltas ini dan di sanalah diputuskan lokasinya,” ujarnya.

Tampilannya yang sekilas benar-benar mirip polisi ini diharapkan membuat pengendara mengurangi kecepatannya demi keselamatan. Pengoperasiannta juga akan ditargetkan pada jam padat sekitar pukul 16.30 sampai 18.00 dan 19.00 sampai 20.00.

Tentunya, dengan penampilan dan tangannya yang bisa bergerak, bukan tak mungkin si Pangeran ini akan mengecoh pengendara untuk lebih tertib berlalu lintas.

lowongan pekerjaan
PT. BUMI AKSARA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….