Satreskrim Polresta Solo membuka posko aduan korban biro Umrah dan Haji PT Utsmaniyah Hannien Tour di Mapolresta Solo, Kamis (4/1/2018). (Muhammad Ismail/JIBI/Solopos) Satreskrim Polresta Solo membuka posko aduan korban biro Umrah dan Haji PT Utsmaniyah Hannien Tour di Mapolresta Solo, Kamis (4/1/2018). (Muhammad Ismail/JIBI/Solopos)
Senin, 8 Januari 2018 17:35 WIB Muhammad Ismail/JIBI/Solopos Solo Share :

PENIPUAN SOLO
Satreskrim Tarik Rp5 Miliar Deposit Hannien Tour di Maskapai Penerbangan

Satreskrim Polresta Surakarta akan menarik deposit senilai Rp5 miliar yang disetorkan Hannien Tour untuk tiket pesawat di sejumlah maskapai penerbangan.

Solopos.com, SOLO — Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Surakarta akan menarik uang pembelian tiket pesawat yang digunakan biro perjalanan umrah dan haji PT Utsmaniyah Hannien Tour untuk deposit ke sejumlah maskapai penerbangan di Jakarta.

Kasatreskrim Polresta Solo Kompol Agus Puryadi mewakili Kapolresta Solo Kombes Pol. Ribut Hari Wobowo mengatakan Satreskrim pada Rabu (10/1/2018) akan berangkat ke Jakarta untuk mendatangi sejumlah kantor maskapai penerbangan. Kedatangan petugas ke Jakarta untuk menarik uang senilai Rp5 miliar yang disetor Hannien Tour untuk deposit maskapai.

“Hannien Tour diketahui memberangkatkan calon jemaah umrah dari Jakarta. Total ada uang pengeluaran senilai Rp5 miliar membeli tiket pesawat tujuan Jakarta-Mekah PP [pulang pergi]. Kami berusaha menarik uang itu untuk dikembalikan kepada korban,” ujar Agus saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (8/1/2018). (Baca: Polisi Ungkap Aset Hannien Tour Rp9 Miliar Sudah Berpindah Tangan)

Menurut Agus, ada sekitar lima sampai enam maskapai di Jakarta yang menjadi mitra Hannien Tour untuk memberangkatkan calon jemaah umrah ke Mekah. Satreskrim juga menerima banyak permintaan dari korban agar paspor mereka dikembalikan. Paspor tersebut akan dipakai mendaftar umrah ke biro jasa lain.

“Kami belum bisa memenuhi permintaan korban karena paspor masih dijadikan sebagai barang bukti,” kata dia.

Agus mengatakan Hannien Tour diketahui memiliki member khsusus. Orang yang bergabung dengan member harus bisa menggaet orang agar mau mendaftar umrah lewat Hannien Tour. Setiap member yang berhasil membujuk orang untuk mendaftar umrah akan mendapatkan uang dengan nilai bervariasi.

“Kami melihat perekrutan member sebagai modus lain Hannien Tour untuk mengelabui korbannya,” kata dia.  (Baca: Perjalanan Kasus Penipuan Jemaah Umrah oleh Hannien Tour)

Seorang korban Hannien Tour asal Cibinong, Bogor, Jabar, Fariah Wildi, mengatakan salah seorang saudaranya ada yang ikut bergabung menjadi member Hannien Tour. Ia dibujuk saudaranya itu untuk mendaftar umrah di Hannien Tour dengan biaya Rp28,5 juta. Kemudian dia mendapatkan potongan Rp5 juta sehingga hanya membayar Rp23,5 juta.

“Saya mendaftarkan dua orang dengan membayar uang muka Rp20 juta. Saudara saya mendapatkan upah dari Hannien Tour senilai Rp750.000 setelah berhasil membujuk saya mendaftar umrah,” ujar Fariah kepada Solopos.com di Mapolresta Solo, Senin.

lowongan pekerjaan
PT. BUMI AKSARA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….