Tim Identifikasi Polres Sragen mengumpulkan obat-obatan pertanian yang digunakan Suyatno untuk menyemprot tanaman padi di persawahan Desa Plosokerep, Karangmalang, Sragen, Senin (8/1/2018). (Istimewa/Agus Irianto/Polsek Karangmalang) Tim Identifikasi Polres Sragen mengumpulkan obat-obatan pertanian yang digunakan Suyatno untuk menyemprot tanaman padi di persawahan Desa Plosokerep, Karangmalang, Sragen, Senin (8/1/2018). (Istimewa/Agus Irianto/Polsek Karangmalang)
Senin, 8 Januari 2018 23:15 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Sragen Share :

PENEMUAN MAYAT SRAGEN
Purnawirawan TNI Ditemukan Tak Bernyawa di Sawah Desa Plosokerep

Seorang purnawirawan TNI ditemukan tak bernyawa di areal persawahan Desa Plosokerep, Karangmalang, Sragen.

Solopos.com, SRAGEN — Suyatno, 56, seorang purnawirawan TNI asal Pungkruk RT 007, Desa Plosokerep, Karangmalang, Sragen, ditemukan tak bernyawa di areal persawahan sebelah selatan SDN 1 Plosokerep, Karangmalang, Sragen, Senin (8/1/2018) pukul 14.00 WIB.

Kematian petani itu diduga akibat keracunan obat hama karena ditemukan tangki penyemprot hama yang masih dipakainya dan beberapa botol kemasan obat-obatan insektisida.

Kapolsek Karangmalang Sragen AKP Agus Irianto mewakili Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman saat dihubungi Solopos.com, Senin malam, menyampaikan Suyatno berangkat ke sawah pukul 06.00 WIB. Ia bermaksud menyemprot tanaman padinya menggunakan peralatan dan obat insektisida.

Hingga siang hari, Suyatno tak kunjung pulang. Hal itu membuat istri Suyatno gelisah. Pada pukul 14.00 WIB, istri Suyatno bertemu tukang sayur yang lewat dan berpesan kalau bertemu Suyatno di sawah supaya memintanya segera pulang.

Kemudian istri Suyatno menemui Sukir, 50, sesama petani, untuk menyampaikan kabar Suyatno belum pulang. Mendapat kabar itu, Sukir langsung menyusul ke sawah. Sukir kaget mendapati Suyatno telungkup dengan kondisi tangki semprot masih di gendongan.

Sukir meminta tolong warga sekitar untuk mengangkat jenazah Suyatno ke pinggi jalan kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Karangmalang. Kapolsek menyampaikan kasus itu dilaporkan Kepala Desa Plosokerep, Yusron Basuki, 42.

Agus segera berkoordinasi dengan Tim Identifikasi Polres Sragen dan Puskesmas Karangmalang. Tim tersebut datang ke lokasi kejadian untuk memeriksa kondisi korban dan melakukan olah kejadian perkara.

Dari hasil olah kejadian perkara, tim menemukan barang bukti berupa sebuah ember kecil berisi obat semprot campuran dari obat-obatan, seperti Stargen Kastrol 500 ml, stargen kastrol 100 ml, nara rel 500 ml, score 250 ml, dan plastik astradol.

“Atas fakta tersebut dugaannya korban kurang hati-hati saat menyemprot tanaman padi. Dari keterangan keluarga, korban memiliki riwayat penyakit komplikasi dan sering keluar masuk rumah sakit. Dugaannya ya mengarah ke keracunan obat-obatan semprot itu,” ujar Kapolsek.

Dari hasil visum luar, kata dia, tim tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga yang disaksikan kepala desa setempat.

Kasi Sumber Daya Manusia (SDM) Pelatihan dan Sukarelawan Palang Merah Indonesia (PMI) Sragen, Warseni, mewakili Kepala Markas PMI Sragen, menambahkan kondisi jenazah terdapat tanda-tanda wajah menghitam, mulut, dan mata terdapat darah. “Kami mendapat informasi ini dari petugas Puskesmas Karangmalang,” imbuhnya.

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU BEJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….