Gambar maket pembangunan menara Masjid Agung Sleman. (Istimewa)
Senin, 8 Januari 2018 14:40 WIB Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Masjid di Sleman Ini Sudah Terpasang Lift

Sejumlah proyek dilelang awal tahun.

Solopos.com, SLEMAN–Sejumlah proyek pembangunan di Sleman akan dilelang awal tahun ini. Salah satunya kelanjutan proyek pembangunan Menara Masjid Agung Sleman.

Kabid Ciptakarya Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman Mirza Anfanzury mengatakan sejumlah dokumen lelang sudah disiapkan untuk lelang pembangunan. Salah satunya, adalah dokumen lelang untuk kelanjutan proyek pembangunan Menara Masjid Agung. “Mudah-mudahan bulan ini sudah bisa kami serahkan ke Unit Layanan Pengadaan [ULP],” katanya kepada Harianjogja.com, Sabtu (6/1/2018).

Pembangunan menara masjid tersebut merupakan tahap kedua atau kelanjutan dari tahap pertama yang diselesaikan pada Desember 2017 lalu. Pada tahap pertama, target pembangunannya hingga lift menara terpasang. “Lift sudah terpasang di sana. Untuk tahap kedua, melanjutkan proses penyelesaian bangunan, masih banyak yang perlu dibangun,” katanya.

Dia mengatakan, meski dianggarkan dalam dua tahap namun belum tentu rekanan proyek tahap pertama bisa melanjutkan ke tahap kedua. Alasannya, semua harus melalui proses lelang. “Jadi [rekanan] bisa ikut lelang lagi. Selain itu,  di Sleman tidak ada proyek multiyears,” jelasnya.

Tidak adanya proyek multiyears atau tahun jamak dikaitkan masalah ketersediaan anggaran. Padahal dengan sistem multiyears, kebutuhan anggarannya juga dinilai lebih murah. Mirza menilai, tidak adanya proyek multiyears juga dinilai memiliki resiko. Salah satunya, jika beda rekanan dimungkinkan kinerja dan penanganannya juga berbeda. “Baiknya memang satu rekanan agar bisa tuntas selesai. Kalau tidak, maka rekanan selanjutnya harus memahami dan menerima kekurangan dari rekanan sebelumnya,” ujar dia.

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….