Siswa SMP Negeri 1 Solo memainkan alat musik gamelan saat pre event International Gamelan Festival 2018 di Plaza Sriwedari, Solo, Minggu (7/1/2018). International Gamelan Festival 2018 akan diselenggarakan pada 9-15 Agustus 2018 mendatang di Kota Solo. (M Ferri Setiawan/JIBI/SOLOPOS) Siswa SMP Negeri 1 Solo memainkan alat musik gamelan saat pre event International Gamelan Festival 2018 di Plaza Sriwedari, Solo, Minggu (7/1/2018). International Gamelan Festival 2018 akan diselenggarakan pada 9-15 Agustus 2018 mendatang di Kota Solo. (M Ferri Setiawan/JIBI/SOLOPOS)
Senin, 8 Januari 2018 16:37 WIB Ika Yuniati/JIBI/SOLOPOS Solo Share :

Maestro Gamelan siap Unjuk Gigi di Solo International Gamelan Festival

 

Para Maestro Gamelan Indonesia siap terlibat dalam International Gamelan Festival (IGF) 2018 yang bakal digelar pada 9-15 Agustus 2018

Solopos.com, SOLO—Kota Solo menjadi tuan rumah International Gamelan Festival (IGF) 2018 yang bakal digelar pada 9-15 Agustus 2018 mendatang. Nama-nama seperti Djaduk Ferianto, Joko Porong, Rahayu Supanggah, dan sejumlah maestro lain pun dipastikan terlibat dalam festival bergengsi ini.

Salah satu panitia penyelenggara, Mukhlis Anton Nugroho, mengatakan kalau bicara soal gamelan, maka Solo boleh dibilang sebagai kiblat. Selain para maestro gamelan Indonesia, acara ini akan menghadirkan ratusan musisi, komposer, penikmat, pegiat, dan pencinta gamelan dari seluruh dunia. Di antaranya dari Amerika, Eropa, dan beberapa negara Asia. (baca: Parade Gamelan Meriahkan Malam Tahun Baru 2018 Klaten)

“Kalau bicara soal gamelan, Solo ini bisa dikatakan sebagai kiblat. Ya kami pengin semua daerah, negara, kalau bicara gamelan, ya sowan ke Solo. Secara politis ini juga sebagai bentuk deklarasi kalau gamelan itu milik kita [Indonesia],” katanya, kepada Solopos.com, Minggu (7/1/2018).

Mengusung tema besar Home Coming, penyelenggara ingin semua orang merasakan kebesaran gamelan di Solo saat mengikuti IGF pada Agustus mendatang. Maka dari itu, IGF yang bakal digelar untuk kali pertama di Indonesia ini akan diisi dengan serangkaian kegiatan yang sarat dengan nilai-nilai filosofi hingga diaspora gamelan di berbagai wilayah dan disiplin ilmu.

Festival bertaraf internasional ini bakal menyuguhkan pentas gamelan keraton yang melibatkan Solo, Cirebon, Kalimantan, Sumenep, hingga Malaysia. Setelah itu, acara ini juga bakal menampilkan pentas kebaruan, gamelan bersama komposer dunia, dan beberapa diskusi.

Demi menarik minat masyarakat akan festival bertaraf internasional ini, sejumlah pra event digelar. Salah satunya adalah pentas gamelan yang ditampilkan pada car free day (CFD) di Jalan Slamet Riyadi, Minggu (7/1/2018).

“Tempatnya belum pasti. Kemungkinan Maret sudah bisa dipastikan. Ada beberapa alternatif untuk lokasinya, seperti di Mangkunegaran dan Benteng Vastenburg,” imbuhnya.

Sebelumnya apresiasi terhadap gamelan justru digelar di kawasan Eropa. Penyelenggara menggelar IGF pertama mereka di dua kota Inggris Raya yaitu London dan Glasgow Skotlandia akhir September 2017 lalu. Acara puncak diisi dengan film bisu Setan Jawa karya Garin Nugroho bersama maestro asal Solo Rahayu Supanggah.

lowongan pekerjaan
SMK CITRA MEDIKA SRAGEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….