Sejumlah sukarelawan bergotong royong membersihkan material longsoran yang menerjang rumah di Dusun Gondang, Desa Tumpuk, Kecamatan Sawoo, Ponorogo, Senin (8/1/2018). (Istimewa/BPBD Ponorogo) Sejumlah sukarelawan bergotong royong membersihkan material longsoran yang menerjang rumah di Dusun Gondang, Desa Tumpuk, Kecamatan Sawoo, Ponorogo, Senin (8/1/2018). (Istimewa/BPBD Ponorogo)
Senin, 8 Januari 2018 14:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

LONGSOR PONOROGO
2 Korban Meninggal Tertimbun Longsor di Sawoo Ibu dan Bayi dalam Gendongan

Longsor Ponorogo, dua korban meninggal di bencana tanah longsor di Ponorogo ditemukan dalam satu titik.

Solopos.com, PONOROGO — Dua orang yang meninggal dunia dalam bencana alam tanah longsor di Dusun Gondang, Desa Tumpuk, Kecamatan Sawoo, Ponorogo, Minggu (7/1/2018) malam adalah ibu dan anak. Jasad keduanya ditemukan tim SAR dalam kondisi ibu menggendong anaknya.

Dua korban meninggal dalam bencana alam itu adalah Ria Lestari, 23, dan anaknya, Vanesia Aulia Andriani yang baru berusia dua bulan.

“Jadi jasad keduanya ditemukan di satu titik dengan posisi Ria Lestari atau ibunya sedang menggendong Vanesia. Posisinya ibunya masih menggendong bayi itu,” kata Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Ponorogo, Setyo Budiono, saat dihubungi Madiunpos.com, Senin (8/1/2018).

Budi menyampaikan bencana alam tanah longsor itu terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Minggu sore. Tiba-tiba tebing yang ada di belakang rumah korban longsor dan menerjang rumah bertembok itu.

Saat longsor terjadi, Ria Lestari sedang menggendong anaknya di dalam kamar. Sedangkan suami serta kedua orang tuanya berada di ruang tamu. Sehingga saat material longsor menerjang rumah tersebut Ria bersama anaknya tidak dapat menyelamatkan diri dan tertimbun longsor. Sedangkan suami dan orang tuanya berhasil menyelamatkan diri.

Tiga orang yang berhasil menyalamatkan diri dari peristiwa maut itu adalah Misman, 29, Soirin, 58, dan Musiyem, 70. (baca: Sekeluarga Tertimbun Tanah Longsor di Sawoo)

Kedua jasad ibu dan anak itu telah ditemukan tim SAR dan selanjutnya dimakamkan di permkaman umum desa setempat. Sedangkan tiga korban selamat dibawa ke rumah tetangga yang dinilai aman.

“Saat ini mereka membutuhkan makanan dan pakaian. Itu sudah dipenuhi oleh BPBD dan Dinas Sosial Ponorogo,” jelas dia.

Budi menuturkan rumah keluarga ini sudah hancur diterjang longsor sehingga tidak mungkin ditempati. Saat ini, mereka akan mengungsi di rumah saudara yang jaraknya tidak jauh dari lokasi.

Untuk kerugian materil yang diderita korban yaitu mencapai Rp100 juta. Rumah berdinding tembok beserta isinya hancur diterjang longsoran.

Saat ini sejumlah sukarelawan, BPBD, TNI, Polri, beserta masyarakat gotong royong untuk membersihkan material longsoran di rumah korban.

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….