Ilustrasi kecelakaan. (JIBI/Solopos/Dok.) Ilustrasi kecelakaan. (JIBI/Solopos/Dok.)
Senin, 8 Januari 2018 20:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

KECELAKAAN KUDUS
Pelajar di Kudus Tewas Tertabrak Truk

Kecelakaan maut dialami pelajar yang tewas tertabrak truk di jalur Kudus-Pati.

Solopos.com, KUDUS — Kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah kembali menelan korban jiwa. Dimas Anang Prasetyo, seorang pelajar yang tengah mengendarai sepeda motor tewas di jalur jalan Kudus-Pati Km. 13, Kecamatan Jekulo, Kudus, Jateng setelah bertabrakan dengan truk tronton, Senin (8/1/2018).

Jefri, seorang warga memaparkan Dimas Anang Prasetyo yang tercatat sebagai penduduk Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kudus itu merupakan teman sekolahnya yang saat ini masih duduk di Kelas IX SMP 3 Jekulo. Kebndati demikian, dia mengaku, tidak mengetahui perisi kejadiannya, karena ketika sampai di tempat kejadian, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia di tepi jalan karena tertabrak truk tronton.

Teman korban yang mengetahui kejadian tersebut, lanjut dia, memang ada yang mencoba mengejar truk tronton yang diduga menabrak temannya yang saat berkendara berboncengan dengan Didik Untung yang juga teman satu sekolah. “Didik masih beruntung bisa selamat, sehingga tidak mengalami luka serius,” ujarnya.

Berdasarkan informasi dari sejumlah warga, kronologis kejadian berawal ketika korban sepulang sekolah mengendarai sepeda motor melalui jalur jalan Kudus-Pati. Ketika keluar dari gang menuju jalan raya arah Semarang, korban hendak naik ke jalan beraspal dengan kondisi jalan yang licin, tiba-tiba sepeda motor korban tergelincir dan terjatuh.

Pada saat bersamaan, dari arah belakang muncul truk tronton yang diduga menabrak korban yang ketika itu sedang terjatuh. Akibat kejadian tersebut, kepala korban yang tidak mengenakan helm pengaman kepala itu mengalami luka parah. Sepeda motor Honda milik korban berpelat nomor K 6726 FR juga mengalami kerusakan pada bagian depannya.

Sebelum dievakuasi, jasad korban sempat ditutupi daun pisang oleh warga. Ada pula yang membawakan kain batik.

Polisi yang memperoleh laporan adanya kecelakaan di jalur jalan Kudus-Pati itu juga segera datang ke lokasi kejadian demi memperlancar arus lalu lintas kendaraan, karena banyak warga yang menonton di tepi jalan sehingga mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Ibu korban yang mengetahui anaknya meninggal dunia setelah terlibat tabrakan dengan truk tronton, menangis di tempat kejadian tanpa mempedulikan kerumunan warga.

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning membenarkan adanya kecelakaan yang mengakibatkan pengendara sepeda motor meninggal dunia di Desa Gondoharum, Kecamatan Jekulo, Kudus itu. Sopir truk tronton yang sebelumnya dikabarkan melarikan diri, kata dia, sudah diamankan di Polres Kudus untuk dimintai keterangannya terkait kecelakaan tersebut.

“Penyebab pasti terjadinya kecelakaan tersebut masih didalami,” ujarnya.

Ia mengimbau, masyarakat untuk menaati tata tertib dalam berkendara, termasuk memakai helm saat berkendara juga wajib dipatuhi. “Kami juga rutin mensosialiasikan tata tertib berlalu lintas di sekolah-sekolah, dengan harapan masyarat lebih sadar untuk menaati tata tertib berlalu lintas,” ujarnya.

Jika usianya belum cukup umur, dia mengimbau agar tidak menggunakan kendaraan roda dua karena jelas tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM). Sebaiknya, lanjut dia, orang tua juga ikut mengingatkan anaknya yang belum cukup umur agar tidak mengizinkannya mengendarai sepeda motor, terlebih tidak memakai helm.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….