Kendaraan melintas di jalan penghubung dua desa yakni Sriharjo dan Selopamioro yang ambrol. Tak kunjung diperbaiki, warga setempat membuat jembatan darurat yang dilengkapi dengan rel, Minggu (7/1/2018). (Harian Jogja/Rheisnayu Cyntara) Kendaraan melintas di jalan penghubung dua desa yakni Sriharjo dan Selopamioro yang ambrol. Tak kunjung diperbaiki, warga setempat membuat jembatan darurat yang dilengkapi dengan rel, Minggu (7/1/2018). (Harian Jogja/Rheisnayu Cyntara)
Senin, 8 Januari 2018 10:55 WIB Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

Jalan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Bantul Gunakan Rel

Kondisi jalan rusak parah

Solopos.com, BANTUL-Jalan penghubung antar dusun di Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri yang telah ambrol sejak beberapa bulan yang lalu tak kunjung diperbaiki.

Padahal pascabanjir melanda Kabupaten Bantul pada akhir November, ambrol makin meluas bahkan jalan yang berada tepat di pinggir Sungai Oya itu akhirnya putus. Warga akhirnya berswadaya membuat jembatan sementara untuk menghubungkan dua sisi jalan menggunakan rel.

Berdasarkan pantauan Harianjogja.com di lapangan, jalan yang juga menghubungkan dua desa yakni Sriharjo dan Selopamioro tersebut rusak cukup parah. Tanah yang berada di selatan jalan telah terkikis seluruhnya. Sementara, dua sisi jalan yang terputus dipasangi jembatan darurat dari susunan bambu dan kayu, ditopang dengan karung berisi material padat. Di atasnya, dipasang sembilan rel yang biasa digunakan untuk jalur truk tebu.

Salah satu warga Dusun Wunut Wagirah menuturkan, sejak tergerus beberapa bulan yang lalu, jalan sempat ditutup warga. Namun, tak berapa lama, jalan itu pun dipergunakan kembali. Pasalnya, jalan aspal tersebut merupakan satu-satunya akses yang dapat dilalui warga Dusun Wunut dan Kedungmiri untuk melakukan aktivitas sehari-hari. “Anak sekolah, kerja, truk, motor, mobil semua lewat sini,” ujarnya kepada Solopos.com, Minggu (7/1/2018).

Wagiyah mengatakan, jalan kembali ditutup usai bencana banjir memutus akses jalan tersebut. Jalan yang sudah tergerus akhirnya ambles karena air. Akhirnya, setelah beberapa lama, warga berinisiatif meminjam rel yang biasa digunakan truk tebu melintas ke Pabrik Gula Madukismo. Ia juga berharap jalan tersebut segera diperbaiki Pemerintah agar warga dapat beraktivitas seperti sedia kala. “Salah satu warga ada yang kerja jadi sinder di Madukismo, akhirnya pinjam buat sementara,” katanya.

 

lowongan pekerjaan
PT.SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….