Jemaah berebut Nasi Kebuli saat akhir acara Haul Habib Ali bin Muhammad bin Husain Al Habsyi di kompleks Masjid Ar Riyadh, Pasar Kliwon, Solo, Sabtu (30/1/2016). Nasi kebuli yang dibagikan paniti merupakan cirikhas makanan yang diberikan kepada jamaah saat istirahat siang setelah mengikuti acara Haul Habib Ali bin Muhammad bin Husain Al Habsyi yang digelar dari Sabtu (30/1/2016) hingga Minggu (31/1/2016). (Ahmad Fauzan/JIBI/Solopos) Jemaah berebut Nasi Kebuli saat akhir acara Haul Habib Ali bin Muhammad bin Husain Al Habsyi di kompleks Masjid Ar Riyadh, Pasar Kliwon, Solo, Sabtu (30/1/2016). Nasi kebuli yang dibagikan paniti merupakan cirikhas makanan yang diberikan kepada jamaah saat istirahat siang setelah mengikuti acara Haul Habib Ali bin Muhammad bin Husain Al Habsyi yang digelar dari Sabtu (30/1/2016) hingga Minggu (31/1/2016). (Ahmad Fauzan/JIBI/Solopos)
Senin, 8 Januari 2018 08:30 WIB Asiska Riviyastuti/JIBI/Solopos Ekonomi Share :

Haul Habib Ali Solo Ramaikan Pasar Wisata Saat Low Season

Solopos.com, SOLO — Pelaksanaan Haul Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi dinilai mampu mendorong perekonomian masyarakat dan industri pariwisata. Jumlah pun diprediksi peserta haul yang datang dinilai lebih banyak karena akses ke Solo makin mudah.

Ketua Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Solo, Daryono, menyampaikan menjelang pelaksanaan haul pada Senin-Selasa (8-9/1/2017) memberi dampak signifikan terhadap perekonomian masyarakat terutama di sektor wisata.

Apalagi dengan daya tarik lain, seperti destinasi wisata, bisa membuat mereka tinggal lebih lama. Dia mengungkapkan hotel, tiket pesawat, transportasi (rental), kuliner, dan oleh-oleh akan ramai.

“Akses ke Solo sekarang makin mudah dengan bertambahnya jumlah jadwal penerbangan. Apalagi penerbangan Solo-Kuala Lumpur juga masih beroperasi sehingga wisman [wisatawan mancanegara] asal Negeri Jiran juga masih tetap banyak yang datang. Selain itu, tren tiap tahun, jumlah peserta haul juga terus meningkat, terutama yang berasal dari luar Solo,” ungkap Daryono kepada Solopos.com, Sabtu (6/1/2017).

Apalagi haul ini termasuk salah satu wisata religi atau religious tourism yang merupakan kebutuhan rohani sehingga biasanya tidak terlalu mempertimbangkan uang yang dikeluarkan. Selain itu, jumlah pelaku wisata religi ini pun terus bertambah. Dia menilai, pelaksanaan haul ini juga dapat mendukung industri pariwisata Kota Bengawan di saat low season meskipun hanya beberapa hari.

Dia memprediksi jumlah peserta haul sekitar 100.000 orang sampai 150.000 orang dengan spending money sekitar Rp1 juta-Rp1,5 juta di Solo sehingga diproyeksi akan ada sekitar Rp150 miliar-Rp225 miliar.

Acara tersebut tak hanya berdampak pada pelaku wisata, masyarakat sekitar lokasi pun ikut dapat berkah karena biasanya perumahan warga banyak juga yang diubah menjadi penginapan dadakan selama haul berlangsung.

Pemilik Ajibon Trans, Aji Atmodiwiryo, menyampaikan saat ini sudah ada pemesanan kendaraan dengan rata-rata sewa untuk sehari dan dua hari. Penyewa tersebut berasal dari Kalimantan dan Jakarta.

Dia mengaku tidak menyiapkan khusus kendaraan untuk haul. Menurut dia, Kijang Innova menjadi kendaraan yang paling banyak diminati. Namun dia juga memiliki Avanza dan Elf yang bisa dimanfaatkan oleh peserta haul.

“Ada pemesanan yang dadakan, seperti sehari sebelum digunakan. Kendaraan pun bermacam tapi biasanya adalah kendaraan yang mampu memuat banyak orang mengingat peserta yang datang biasanya adalah rombongan. Tahun lalu bahkan ada yang menyewa Elf, tidak hanya untuk keperluan di Solo tapi untuk ziarah ke daerah Jawa Timur oleh peserta haul yang berasal dari Pontianak,” imbuhnya.

Marketing Communication Kusuma Sahid Prince Hotel (KSPH), Tia Kristiani, mengatakan saat ini tingkat okupansi mencapai 87%. Jumlah tersebut diprediksi akan terus bertambah karena biasanya banyak yang walk in mendekati acara. Tamu yang datang kebanyakan berasal dari Jawa Timur dengan lama menginap dua hari.

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU BEJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….