Parkir bus tamu haul Habib Ali di halaman Benteng Vastenburg Solo, Senin (8/1/2018). (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos) Parkir bus tamu haul Habib Ali di halaman Benteng Vastenburg Solo, Senin (8/1/2018). (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos)
Senin, 8 Januari 2018 18:35 WIB Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos Solo Share :

HAUL HABIB ALI SOLO
Bus Diminta Bayar Rp100.000 untuk Parkir Sehari di Halaman Vastenburg, Wajarkah?

Tamu haul Habib Ali mengeluhkan tarif parkir yang mencapai Rp100.000 untuk bus selama sehari di halaman Benteng Vastenburg.

Solopos.com, SOLO — Sejumlah peziarah yang menghadiri acara Haul Habib Ali di Pasar Kliwon, Solo, mengeluhkan besaran tarif parkir di halaman Benteng Vastenburg sisi barat yang dinilai tidak wajar.

Salah satu ketua rombongan peziarah asal Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur (Jatim), Abdul Karim, 48, mengaku diminta membayar biaya parkir bus hingga Rp100.000 saat memasuki halaman Benteng Vastenburg pada Minggu (7/1/2018) sekitar pukul 18.30 WIB. Dia diminta membayar biaya parkir sebesar itu setelah menjawab pertanyaan petugas terkait rencana lama waktu parkir.

Abdul mengatakan kepada petugas hanya akan parkir sehari di halaman benteng Vastenburg. Abdul sempat kaget saat diminta membayar uang Rp100.000 untuk biaya parkir bus selama sehari. Dia lantas menawar kepada petugas untuk membayar parkir Rp60.000 saja tapi ditolak. (Baca: Ratusan Ribu Orang Berdesakan Ingin Sedekat Mungkin dengan Ulama)

“Sekarang tarif parkirnya mahal sekali. Tidak pro rakyat. Tahun lalu saya ingat hanya diminta uang Rp60.000 saat parkir sehari di sini juga. Tapi kemarin [Minggu] petugas tidak mau dikasih uang segitu. Katanya, sekarang jadi Rp100.000. Saya tidak tanya kalau parkir dua hari atau tiga hari, tarifnya jadi berapa? Pasti lebih tinggi ya?” kata Abdul sebelum meninggalkan halaman Benteng Vastenburg dengan bus Alvin Jaya, Senin (8/1/2018) pukul 11.15 WIB.

Karcis parkir untuk bus di halaman Benteng Vastenburg Solo. (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos)

Karcis parkir untuk bus di halaman Benteng Vastenburg Solo. (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos)

Ketua rombongan peziarah lain asal Kabupaten Pasuruan, Mohammad, 41, juga mengaku dimintai uang Rp100.000 oleh petugas parkir di halaman Benteng Vastenburg sisi barat sebagai biaya parkir per bus selama sehari. Dia diminta membayar biaya parkir saat memasuki halaman Benteng Vastenburg pada Minggu sekitar pukul 18.00 WIB.

Karena membawa rombongan dua bus, Mohammad diminta membayar Rp200.000. Dia mengaku awalnya sempat menawar kepada petugas agar biaya parkirnya diturunkan. Menurut Mohammad, besaran tarif parkir yang ditentukan petugas parkir terlalu tinggi. (Baca: Haul Habib Ali Solo Ramaikan Pasar Wisata Solo selama Low Season)

“Kami sempat minta petugas tidak ditarik uang segitu tapi gagal. Petugas tetap menolak saat kami beri uang Rp100.000 untuk biaya parkir dua bus. Akhirnya kami tetap membayar uang Rp200.000 untuk biaya parkir dua bus. Jelas menurut saya biaya parkir segitu terlalu mahal. Tahun lalu saya ingat, kami hanya ditarik Rp50.000 saat parkir bus di Alkid Keraton. Padahal di sana lebih dekat dengan lokasi acara. Kami kali ini parkir di sini karena di Alkid informasinya sudah penuh,” kata Mohammad saat ditemui Solopos.com, Senin pukul 11.00 WIB.

Baik Abdul Karim maupun Mohammad sama-sama mendapatkan karcis parkir setelah membayar biaya parkir di halaman Benteng Vastenburg. Karcis parkir yang mereka terima ada dua lembar untuk pembayaran setiap bus. Di masing-masing lembaran karcis parkir telah tertulis angka Rp50.000 yang menyatakan nominal tarif parkir untuk bus pariwisata di Benteng Vastenburg.

Saat dimintai konfirmasi, sejumlah petugas parkir di dekat pintu keluar halaman Benteng enggan diwawancarai. Mereka kompak mengarahkan Solopos.com menemui koordinator parkir Benteng Vastenburg yang kerap berada di pintu masuk halaman Benteng.

Kabid Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) Solo, Moch. Usman, lewat sambungan telepon, mengatakan tarif parkir bus hingga Rp100.000/hari terlalu mahal. Meski demikian, kata dia, Dishub tidak bisa menurunkan seketika besaran tarif parkir di halaman Benteng Vastenburg karena itu merupakan lahan milik swasta.

Dishub hanya bisa meminta atau mengimbau pengelola parkir untuk menurunkan tarif parkir. “Wus, Rp100.000 per hari? Kemahalan itu. Seharusnya tidak sampai segitu. Oke, oke. Biar anggota saya ke sana ya. Nanti petugas parkir kami minta untuk tarik tarif parkir dengan wajar,” jelas Usman.

Saat ditanya, beberapa petugas parkir di pintu masuk halaman Benteng Vastenburg mengabarkan koordinator mereka tidak sedang berada di tempat. Selagi menunggu kedatangan koordinator parkir, Solopos.com menerima pesan Whatsapp (WA) dari Kasi Parkir Umum dan Khusus Dishub Solo, Henry Satya Negara.

Henry mengirim foto berikut caption yang menyatakan koordinator parkir Benteng Vastenburg atas nama Agus Tri sudah langsung dipanggil untuk diberi peringatan keras karena tidak memasang informasi tarif parkir dan diimbau menurunkan tarif parkir setidaknya seperti yang berlaku di Alkid Keraton, yakni Rp50.000 untuk bus sekali parkir (bisa tiga hari) dan Rp30.000 untuk mobil sekali parkir (bisa tiga hari).

lowongan pekerjaan
PT.SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….