Sejumlah warga beraktivitas dengan latar belakang dinamika bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jateng, Senin (2/10/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra) Sejumlah warga beraktivitas dengan latar belakang dinamika bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jateng, Senin (2/10/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)
Senin, 8 Januari 2018 22:40 WIB Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Barang Ekspor DIY Paling Banyak Dikirim ke India

Ekspor DIY tumbuh signifikan.

Solopos.com, JOGJA–Ekspor DIY menunjukkan pertumbuhan yang signifikan menjelang akhir 2017 lalu. Dibandingkan tahun sebelumnya pada periode yang sama November 2017 terhadap November 2016, ekspor mengalami kenaikan hingga 18,84% dengan perkembangan ekspor terbesar ke India.

“Pertumbuhan nilai ekspor yang terbesar yakni ke India dengan pertumbuhan mencapai 420,82 persen dibandingkan bulan sebelumnya,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, JB Priyono pekan lalu.

Ekspor barang asal DIY sebagian besar dikirim melalui beberapa pelabuhan di Indonesia. Berdasarkan data BPS, nilai ekspor DIY pada November 2017 tercatat sebesar 37,2 juta dolar. Priyono memaparkan nilai ekspor tersebut mengalami kenaikan 18,566% dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya mencapai 31,4 juta dolar.

Priyono menjelaskan peningkatan nilai ekspor selama November 2017 disebabkan adanya peningkatan nilai ekspor ke sepuluh negara tujuan utama. Pada bulan tersebut, terdapat tiga negara dengan peningkatan terbesar, yakni India, Belgia dan Belanda.

“Kenaikan terbesar ke India dengan pencapaian 420,82 persen dengan kenaikan nilai ekspor mencapai 1,8 juta dolar. Sedangkan ekspor ke Belgia naik sebesar 264.000 dolar atau setara 38,73 persen dan ke Belanda naik 434.000 dolar,” jelas Priyono.

Secara kumulatif Januari-November 2016 sampai Januari-November 2017, terjadi peningkatan nilai ekspor sebesar 18,84%. Priyono menambahkan terdapat sepuluh negara tujuan yang mengalami peningkatan ekspor. Namun tiga negara tujuan dengan peningkatan terbesar yakni Belgia dengan pencapaian kenaikan hingga 50,50%, Belanda 49,84% dan Inggris sebesar 46,47%.

Sedangkan ekspor DIY untuk kawasan ASEAN, nilai total ekspor mencapai 1,6 juta dolar. Tiga negara yang masih menjadi tujuan utama ekspor DIY di kawasan ini yakni Singapura, Malaysia dan Thailand.

“Namun demikian, nilai ekspor pada November 2017 ke ASEAN cenderung mengalami penurunan 31,32 persen dari bulan sebelumnya yakni sebesar 2,4 juta dolar. Turunnya nilai ekspor ke Singapura menjadu salah satu penyebabnya, dengan penurunan mencapai 61,12 persen atau sebesar 1,03 juta dolar,” papar Priyono.

Adapun komoditas ekspor DIY sebagian besar masih didominasi produk pakaian jadi bukan rajutan dan barang dari kulit. Terdapat peningkatan ekspor yang cukup besar untuk komoditas kayu, barang dari kayu dengan kenaikan sebesar 69,97%.

Sementara itu, barang impor ke DIY yang hanya masuk melalui Bandara Internasional Adisutjipto tercatat sebesar 711.000 dolar. Lima negara utama asal impor ke DIY yakni Hongkong dengan nilai impor 204.000 dolar, Tiongkok dengan nilai 84.000 dolar, Korea selatan senilai 80.000 dolar, Vietnam sebesar 75.000 dolar dan Swiss sebesar 67.000 dolar.

“Komoditas yang banyak impor ke DIY yakni kain tenunan khusus, kulit samak, dan Plastik serta barang dari plastik,” ungkap dia.

lowongan pekerjaan
SMK CITRA MEDIKA SRAGEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….