Suasana lobi Perpustakaan Daerah Kulonprogo di sore hari yang dipenuhi pelajar yang datang selepas kegiatan belajar mengajar, Jumat (5/1/2018). (Beny Prasetya/JIBI/Harian Jogja) Suasana lobi Perpustakaan Daerah Kulonprogo di sore hari yang dipenuhi pelajar yang datang selepas kegiatan belajar mengajar, Jumat (5/1/2018). (Beny Prasetya/JIBI/Harian Jogja)
Senin, 8 Januari 2018 16:20 WIB Beny Prasetya/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

Banyak Pelajar Datang ke Perpusda Kulonprogo untuk Mendapatkan Wifi Gratis

Perpustakaan Daerah Kulonprogo yang terletak di Jalan Sugiman, Wates, Margosari, Pengasih, Kulonprogo, telah mendapat kunjungan sebanyak 29.857 orang

Solopos.com, KULONPROGO- Perpustakaan Daerah Kulonprogo yang terletak di Jalan Sugiman, Wates, Margosari, Pengasih, Kulonprogo, telah mendapat kunjungan sebanyak 29.857 orang di 2017 lalu.

Dalam kunjungan yang hampir mendekati angka 30.000 orang itu, petugas bisa memastikan setengahnya juga melakukan peminjaman buku dengan angka peminjaman mencapai 13.418 buku di 2017.

Menurut Pustakawan Perustakaan Daerah Kulonprogo, Januari Eka Wardani, kunjungan itu berupa masyarakat yang datang untuk mengakses internet secara gratis. Walaupun tidak sedikit juga mereka yang datang untuk meminjam buku.

“Dua dari tiga pengunjung bisa dipastikan mengakses internet melalui wifi, tetapi yang mengakses wifi juga ada yang meminjam buku kok,” kata Eka, Sabtu (6/1/2018).

Menjadi jumlah pengunjung terbanyak, pelajar yang datang kebanyakan hanya mengakses internet secara gratis. Hanya untuk pelajar SD ke bawah, kedatangan mereka untuk mencari buku berjudul Kecil Kecil Punya Karya.

Sedangkan untuk siswa SMA dan mahasiswa, Eka ungkapkan, kedatangan mereka untuk meminjam buku yang bersifat sastra. Dimana novel dengan label best seller karangan Dan Brown, Pramoedya Ananta Toer dan Tere Liye laris selalu manis di Perpusda Kulonprogo.

“Untuk yang SMA biasanya meminjam Tere Liye, untuk yang dewasa atau mahasiswa biasanya Dan Brown dan Pram [Pramoedya Ananta Toer],” kata Eka.

Selain meminjam buku bersifat sastra, kebanyakan mahasiswa yang datang juga mencari buku teori terkait jurusan yang mereka ampu. Terlebih, letak Perpusda Kulonprogo tidak jauh dengan Universitas Negeri Yogyakarta kampus Wates.

“Jadi semacam perpustakaannya mereka [UNY Wates],”ucap Eka.

Perpusda yang dilarang untuk menyediakan buku pelajaran tematik bagi pelajar masih saja ditanyakan pelajar atau wali murid yang datang. Bahkan kedatangan mereka yang tidak bisa meminjam buku pelajaran itu sering menggerutu di depan pustakawan Perpusda Kulonprogo. Padahal Perpusda di mana pun telah dilarang oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

“Kami sudah tidak boleh menyediakan buku pelajaran tematik, hanya saja kami diperbolehkan untuk menyediakan buku tentang pengayaan, misalnya buku Kumpulan Soal Tes CPNS atau buku kumpulan soal lainnya,” ucap Eka.

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU BEJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….