Sejumlah warga beraktivitas saat terjadi banjir di wilayah Dukuh Keten RT 013, Desa Wonotolo, Gondang, Sragen, Minggu (7/1/2018) petang. (Istimewa/Warseni/PMI Sragen) Sejumlah warga beraktivitas saat terjadi banjir di wilayah Dukuh Keten RT 013, Desa Wonotolo, Gondang, Sragen, Minggu (7/1/2018) petang. (Istimewa/Warseni/PMI Sragen)
Senin, 8 Januari 2018 19:15 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Sragen Share :

BANJIR SRAGEN
77 Unggas dan 600 Lele Hilang saat Wonotolo Tersapu Banjir

Banjir akibat luapan Sungai Ngarum di wilayah Wonotolo mengakibatkan 77 ekor unggas dan 600 lele hilang terbawa arus.

Solopos.com, SRAGEN — Banjir melanda sejumlah dukuh di bantaran Sungai Ngarum, Desa Wonotolo, Kecamatan Gondang, dan Desa Kebonromo, Kecamatan Ngrampal, Sragen, Minggu (7/1/2018) pukul 18.00 WIB-18.50 WIB.

Banjir akibat luapan Sungai Ngarum itu berlangsung singkat tetapi berdampak pada 77 ekor ayam, 20 ekor bebek, dan 600 ekor lele yang diduga terbawa arus air banjir tersebut. Kasi Sumber Daya Manusia Pelatihan dan Sukarelawan Palang Merah Indonesia (PMI) Sragen, Warseno, mewakili Kepala Maskas PMI Sragen Wadadi kepada Solopos.com, Senin (8/1/2018), mengatakan mendapat laporan mengenai banjir tersebut dari sukarelawan PMI yang terjun ke lokasi banjir.

Dia mencatat kerugian material akibat banjir diperkirakan mencapai jutaan rupiah. Unggas dan lele itu tercatat milik empat warga, yaitu milik warga Dukuh Keten RT 013, Desa Wonotolo, Gondang, Sarmanto, 57, sebanyak 20 ekor ayam dan 20 ekor bebek; milik Giyanti, 42, sebanyak 10 ekor ayam; milik Sutiyem, 57, sebanyak 47 ekor ayam; dan milik Cipto Wiyono, 52, sebanyak 600 ekor lele.

“Air mulai surut pukul 18.30 WIB. Unsur yang turun di lapangan meliputi personel public safety center [PSC] 119, PMI, dan Puskesmas Gondang,” ujarnya.

Anggota Satuan Tugas (Satgas) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen, Gayuh Subroto, menyampaikan sejumlah anggotanya juga turun ke wilayah Wonotolo, Kecamatan Gondang, sampai Kebonromo, Kecamatan Ngrampal, di sepanjang bantaran Sungai Ngarum. Dia mengatakan banjir paling parah terjadi di Desa Wonotolo, khususnya di Dukuh Keten, Getas, Ngabeyan, Beyan, hingga Jambu, Kebonromo.

“Air memang sempat masuk ke dapur milik warga tetapi belum masuk ke hunian warga. Lagipula air cepat surutnya. Kebetulan saya assessment di wilayah Getas tetapi ada beberapa teman yang sampai ke Keten. Ya, di Keten itu ada banyak unggas yang hilang termasuk lele. Daerah-daerah tersebut merupakan daerah langganan banjir,” ujar Gayuh saat dihubungi Solopos.com, Senin siang.

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU BEJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….