Pintu masuk dan keluar jalan tol di Pos Dumpil, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Minggu (7/1/2018). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com) Pintu masuk dan keluar jalan tol di Pos Dumpil, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Minggu (7/1/2018). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)
Minggu, 7 Januari 2018 17:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

TOL SOLO-KERTOSONO
Pengerjaan Ruas Ngawi-Kertosono Molor Berbulan-Bulan, Ini Penjelasan Menteri PUPR

Menteri PUPR menjelaskan alasan molornya pembangunan tol Ngawi-Kertosono yang molor hingga berbulan-bulan.

Solopos.com, MADIUN — Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)Mochammad Basoeki Hadimoeljono mengakui ada kendala dalam pembangunan infrastruktur tol Solo-Kertosono (Soker) ruas Ngawi-Kertosono. Kendala tersebut membuat pembangunan jalan tol tersebut molor hingga awal Januari 2018 belum diresmikan.

Padahal, sesuai target seharusnya jalan tol sepanjang 49,50 km ini rampung pada Agustus 2017. PT Ngawi Kertosono Jaya (NKJ) selaku anak perusahaan PT Jasa Marga yang menjadi pelaksana proyek bahkan telah lima kali memperpanjang kontrak.

Salah satu kendala yang menghambat pembangunan jalan tersebut adalah pembebasan lahan untuk keperluan pembangunan overpass. “Tanah terutama untuk overpass karena diminta saat pelaksanaan. Jadi harus bikin panlok baru,” kata Basoeki saat menghadiri Festival Jalan Tol di Grrbang Tol Madiun, Balerejo, Kabupaten Madiun, Sabtu (6/1/2018) sore. (Baca: Ruas Tol Ngawi-Kertosono Hampir Rampung, Februari Dipastikan Beroperasi)

Meski mengalami molor hingga berlarut-larut, Basoeki optimistis jalan tol Ngawi-Kertosono ini akan rampung sepenuhnya pada akhir Januari 2018. Setelah itu tol ini akan dioperasikan awal bulan Februari tahun ini. Rencananya peresmian jalan tol ini juga dihadiri Presiden Joko Widodo.

“Untuk peresmian, saya akan laporkan Bapak Presiden. Nanti menunggu jadwalnya beliau. Setelah ini saya akan ke Surabaya, besok ke Kupang, Selasa ke Rote, mungkin pulangnya Rabu, akan dijadwalkan lagi untuk meresmikan,” jelas dia.

Menteri PUPR menyampaikan kendala keterlambatan juga terjadi pada pembangunan jalan tol Solo-Ngawi. Masih ada 23 overpass yang belum selesai dikerjakan.

“Sedangkan Solo-Ngawi tadi baru saya dilapori PPK tanah, semua yang di main road-nya selesai. Tinggal yang di overpass yang total jumlahnya 61 yang perlu dikerjakan, yang belum selesai 23,” kata Basoeki. (Baca: 6 Bidang Lahan Dieksekusi, Pembebasan Lahan Tol Ngawi-Kertosono Kelar)

Untuk mempercepat pengerjaan 23 oberpass yang belum selesai dibangun akan diprioritaskan di kawasan permukiman. Direktur Utama PT NKJ, Iwan Moedyarno, mengatakan hingga awal Januari 2018 pembangunan jalan tol Ngawi-Kertosono mencapai 98,5%. Dia mengatakan masih ada titik pembebasan lahan untuk overpass yang belum selesai.

Seksi satu di Kecamatan Sawahan, seksi I di Desa Kedungjati, Balerejo, dan seksi III overpass di Desa Wonoayu, Kecamatan Pilangkenceng. Selain pembebasan lahan, dia mengatakan masih menyelesaikan pengerjaan pemasangan rambu jalan, lampu, aksesori, serta gerbang pintu keluar masuk tol di Dumpil, Balerejo.

Pantauan Madiunpos.com di lokasi proyek pembangunan jalan tol Ngawi-Kertosono, Minggu (7/1/2018), sejumlah pekerja masih terlihat membangun sejumlah titik di jalan tol tersebut. Beberapa plang arah juga telah terpasang di sejumlah titik. Namun, masih banyak titik yang belum dipasangi plang maupun rambu lalu lintas.

lowongan pekerjaan
PT.SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….