Perwakilan dua SMK di Kendal dipanggil Kapolsek Patebon, Sabtu (6/1/2018), untuk menyelesaikan masalah tawuran di Jl. Soekarno Hatta, Desa Jambearum, Kecamatan, Patebon Kabupaten Kendal, Rabu (3/1/2018) lalu. (Instagram-@polres_kendal) Perwakilan dua SMK di Kendal dipanggil Kapolsek Patebon, Sabtu (6/1/2018), untuk menyelesaikan masalah tawuran di Jl. Soekarno Hatta, Desa Jambearum, Kecamatan, Patebon Kabupaten Kendal, Rabu (3/1/2018) lalu. (Instagram-@polres_kendal)
Minggu, 7 Januari 2018 16:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

Tawuran, Perwakilan 2 SMK di Kendal Diperiksa Polisi

Tawuran yang melibatkan dua SMK di Kendal memicu polisi memanggil perwakilan dari masing-masing sekolah.

Solopos.com, KENDAL – Beberapa orang perwakilan dari dua SMK di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah (Jateng) dipanggil polisi di Mapolsek Patebon, Sabtu (6/1/2018), lantaran terlibat tawuran di Jl. Soekarno Hatta, Desa Jambearum, Kecamatan, Patebon Kabupaten Kendal, Rabu (3/1/2018) lalu. Perwakilan dua sekolah itu dipanggil demi menyelesaikan masalah yag terjadi saat tawuran.

Dikabarkan aparat Polres Kendal melalui media sosial Instagram, mediasi itu juga bertujuan agar perkelahian massal seperti itu tak terulang lagi. “Kapolsek Patebon pertemukan 2 SMK di Kendal yang terlibat tawuran agar tidak ada aksi balasan dan dapat segera diselesaikan,” tulis pengelola akun Instagram milik Polres Kendal, @polres_kendal.

Sebelumnya, tawuran yang melibatkan dua SMK di Kendal itu menyebabkan seorang siswa harus dilarikan ke rumah sakit lantaran menderita luka robek di bagian punggung. Siswa itu pun harus mendapatkan perawatan intensif di RSUD Kendal.

Kapolsek Patebon AKP Munasir yang mendapatkan keterangan saksi dan anggotanya menjelaskan tawuran itu berawal ketika sekelompok pelajar sekolah dari daerah lain yang berkumpul di depan SMK di Jambearum. Pelajar dari sekolah lain itu kemudian mencorat-coret gerbang SMK di Jambearum dengan menggunakan cat semprot.

Sontak siswa yang tak terima sekolahnya dicorat-coret kemdian mendatangi para pelajar yang melakuka aksi vandalisme tersebut. Perkelahian massal sejumlah siswa dari dua SMK itu pun tak terhindarkan. “Terjadi aksi saling lempar batu dijalan. Setelah para guru dan warga sekolah keluar tawuran tersebut dapat dibubarkan,” kata Kapolsek seperti dikutip pada laman resmi milik Polda Jateng.

Setelah tawuran tersebut berhasil dibubarkan, polisi bersama TNI melakukan patroli di sekitar lokasi kejadian. Hal itu bertujuan agar tak terjadi tawuran susulan yang melibatkan pelajar dari dua SMK di Kendal itu. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU BEJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….