Ketua DPW Jateng, Masrukhan Syamsurie. Ketua DPW PPP Jateng, K.H. Masrukhan Syamsurie. (JIBI/Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
Minggu, 7 Januari 2018 14:50 WIB Imam Yuda S./JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

PILKADA 2018
PPP Prioritaskan Poros Tengah

Pilkada 2018 diramaikan dengan kehadiran poros tengah yang diusung PPP, Partai Demokrat, dan Partai Golkar di Pilgub Jateng.

Solopos.com, SEMARANG – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bersikukuh untuk tetap membentuk poros tengah bersama Partai Golkar dan Partai Demokrat dalam menghadapi Pilkada atau Pilgub Jateng 2018. Meskipun, apabila nanti ada salah satu kader partai berlambang Kakbah itu diusung poros PDI Perjuangan atau Sudirman Said menjadi calon wakil gubernur (cawagub) pada Pilgub Jateng.

Hal itu diungkapkan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Jateng, K.H. Masrukhan Syamsurie, kepada awak media saat menggelar jumpa pers di Banaran Cafe, Kota Semarang, Sabtu (6/1/2018).

“Kami tetap memprioritaskan poros tengah. Kehadiran poros tengah membuktikan kami tidak hanya mementingkan kepentingan PPP, melainkan lebih menjunjung nilai-nilai demokrasi. Kami tidak hanya menginginkan menang atau kalah di Pilgub Jateng, tapi juga mementingkan aspirasi masyarakat dengan menghadirkan banyak pilihan,” ujar Masrukhan.

Masrukhan menyebutkan di tingkat pusat PPP selama ini memang dikenal sebagai partai koalisi PDIP. Namun di tingkat Jateng, PPP berhak memutuskan sikap yang berbeda.

“Dari DPP [Dewan Pimpinan Partai] juga sudah memberikan lampu hijau kepada kami, pihak DPW untuk menentukan sikap sendiri. Jadi, kami enggak perlu bergabung dengan poros PDIP atau Sudirman Said yang didukung Gerindra, PAN, dan PKS. Maka itu kami memilih untuk membentuk poros sendiri dengan Golkar dan Demokrat,” ujar Masrukhan.

Masrukhan menambahkan selama ini memang sudah menjalin komunikasi dengan Demokrat dan Golkar. Konstelasi politik ketiga partai ini pun sudah memenuhi syarat yang ditetapkan KPU untuk mengusung calon di Pilgub Jateng, yakni 27 kursi.

PPP pun siap menerima segala keputusan dalam konstelasi politik bersama Golkar dan Demokrat, termasuk jika nantinya tidak ada kader partai berlambang Kakbah itu yang diusung sebagai cagub maupun cawagub di Pilgub Jateng.

“Kami sih inginnya ada santri yang diusung dalam Pilgub Jateng. Tapi, kalau di poros tengah kami siap mendukung siapa saja yang diusung, toh partai pengusungnya kan sudah dari santri [PPP],” ujar Masrukhan.

Masrukhan menyebutkan saat ini poros tengah sudah memiliki calon yang diusung untuk maju ke Pilkada atau Pilgub Jateng. Tokoh yang diusung itu tak lain adalah mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo, atau Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Budi Waseso.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Lowongan Pekerjaan
QUALITY CONTROL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…