Patung sapi tanpa kepala ditemukan di Desa Siwal, Baki, Sukoharjo, Minggu (7/1/2018). (Istimewa/JIBI/Solopos) Patung sapi tanpa kepala ditemukan di Desa Siwal, Baki, Sukoharjo, Minggu (7/1/2018). (Istimewa/JIBI/Solopos)
Minggu, 7 Januari 2018 22:30 WIB Bony Eko Wicaksono/JIBI/Solopos Sukoharjo Share :

Patung Sapi Tanpa Kepala Ditemukan di Siwal Sukoharjo

Warga Desa Siwal, Baki, Sukoharjo, menemukan patung dari batu berbentuk sapi tanpa kepala.

Solopos.com, SUKOHARJO — Warga Desa Siwal, Kecamatan Baki, Sukoharjo, menemukan patung dari batu berbentuk sapi tanpa kepala yang diduga peninggalan Kerajaan Mataram Hindu, Sabtu (6/1/2018). Patung sapi itu ditemukan warga setempat bernama Walidi saat menggali tanah di halaman rumahnya.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Minggu (7/1/2018), patung sapi tanpa kepala itu terpendam di halaman rumah Walidi. Kala itu, Walidi hendak menanam batang pohon pisang. Dia menggali tanah menggunakan cangkul.

Tiba-tiba mata cangkul Walidi membentur benda keras di kedalaman sekitar 15 sentimeter. Walidi lantas memanggil warga setempat untuk mengangkat benda kuno itu. “Warga juga melaporkan penemuan benda kuno itu ke perangkat desa. Benda kuno itu berbentuk patung sapi dalam kondisi tak utuh lantaran bagian kepalanya hilang,” kata Sekretaris Desa (Sekdes) Siwal, Yusuf, kepada Solopos.com, Minggu.

Menurut Yusuf, penemuan benda kuno itu merupakan yang pertama di wilayah Desa Siwal. Dia mengaku kaget ada penemuan benda kuno berbentuk patung sapi tanpa kepala. Saat ini, benda kuno itu disimpan sementara di rumah Walidi.

Konon, Desa Siwal merupakan bekas wilayah administrasi Keraton Pajang. Namun, Yusuf tak mengetahui apakah patung sapi tanpa kepala itu termasuk benda purbakala atau bukan. Dia bakal melaporkan penemuan benda kuno itu ke instansi terkait.

“Saya belum bisa memastikan apakah benda kuno itu memang benar-benar benda purbakala atau bukan. Biar nanti instansi terkait yang meneliti di lokasi penemuan,” papar dia.

Pemerhati cagar budaya di Sukoharjo, Bimo Wijanarko, mengatakan patung sapi merupakan perwujudan lembu Andini pada zaman Kerajaan Majapahit. Lembu sakti itu diyakini hewan peliharaan Dewa Siwa.

Pria yang akrab disapa Kokor ini menjelaskan kemungkinan besar kepala patung sapi dicuri oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab. Patung sapi itu kemudian dikubur di tanah untuk menghilangkan jejak pelaku pencurian. “Kepala patung sapi itu harganya sangat mahal. Bisa jadi dicuri karena saat ditemukan bagian kepala telah hilang,” ujar Kokor.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jateng, Junawan, menyatakan belum menerima laporan ihwal penemuan benda kuno berbentuk patung sapi tanpa kepala di Desa Siwal, Kecamatan Baki. Junawan akan ke lokasi penemuan untuk meneliti benda itu.

“Bisa [patung sapi tanpa kepala] saja peninggalan Kerajaan Mataran Hindu, namun bisa juga barang baru. Dalam waktu dekat, kami akan ke lokasi penemuan benda kuno untuk melakukan penelitian,” kata dia.

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….