Foto ilustrasi (JIBI/Bisnis/Paulus Tandi Bone) Foto ilustrasi (JIBI/Bisnis/Paulus Tandi Bone)
Minggu, 7 Januari 2018 12:35 WIB Rudi Hartono/JIBI/Solopos Wonogiri Share :

KRIMINALITAS WONOGIRI
6 Orang Terciduk Lakukan Pembalakan Liar di Cubluk

Polisi menangkap enam orang yang terlibat pembalakan liar di hutan Perhutani RPH Cubluk BPKH Wonogiri.

Solopos.com, WONOGIRI — Aparat Polres Wonogiri menangkap enam orang dalam kasus pembalakan liar. Mereka terdiri atas pemilik, penebang, dan pengangkut kayu sonokeling yang dicuri dari kawasan hutan lindung Resor Pemangku Hutan (RPH) Cubluk Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wonogiri.

Para tersangka itu ditangkap pada pertengahan pekan lalu. Mereka meliputi Widodo, 57, warga Timang Wetan, Kelurahan Wonokarto, Kecamatan Wonogiri, yang merupakan pembeli atau pemilik kayu; Sugiyanto, 29, warga Cemetuk Lorog, Tawangsari, Sukoharjo; Sunardi, 39; Sriyanto, 32; dan Sadimin, 51, ketiganya warga Keloran, Selogiri, Wonogiri. Sugiyanto, Sunari, dan Sriyanto sebagai penebang kayu, sedangkan Sadimin perantara proses jual beli kayu.

Satu tersangka lain, Antonius Widayat, 46, warga Timang, Wonokerto, Kecamatan Wonogiri, sebagai pengangkut kayu. Kasatreskrim Polres Wonogiri, AKP M. Kariri, kepada Solopos.com, Sabtu (6/1/2018), menyampaikan kasus pembalakan liar terungkap berkat informasi masyarakat.

Pada Rabu (3/1/2018) petugas mendapat informasi adanya pengangkutan kayu sonokeling dari kawasan hutan lindung di Dusun Melati, Keloran, menggunakan Toyota Kijang pikap berpelat nomor B 9504 YC. Menindaklanjuti laporan tersebut petugas lalu melacak keberadaan mobil pengangkut itu.

Petugas mengetahui mobil melaju ke arah Purwantoro. Selanjutnya petugas mengadang mobil yang dikemudikan Antonius Widayat bersama Widodo itu di jalan Wonogiri-Purwantoro ruas Bulusulur, Kecamatan Wonogiri.

“Setelah mobil berhenti petugas mengecek barang yang diangkut. Benar saja, bak mobil berisi 43 batang kayu sono keling. Saat diminta menunjukkan surat kelengkapan, Antonius Widayat dan Widodo mengaku tak memilikinya,” kata Kariri mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Robertho Pardede.

Selanjutnya keduanya digelandang ke Mapolres untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Berdasar pemeriksaan, puluhan batang kayu ilegal itu milik Widodo.

Dia membelinya dari tiga orang, yakni Sugiyanto, Sunardi, dan Sriyanto melalui perantara Sadiman. Dari pengakuan Widodo itu polisi lalu menangkap keempat orang tersebut.

Setelah diinterogasi diperoleh informasi kayu sonokeling itu berasal dari kawasan hutan lindung di wilayah Keloran. Sugiyanto, Sunardi, dan Sriyanto mendapatkannya dengan cara menebang secara liar.

Polisi menyita barang bukti berupa 43 batang kayu sono keling, mobil pengangkut, dan tiga unit gergaji manual yang digunakan untuk menebang kayu. Para tersangka kini ditahan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Mereka terancam pidana penjara maksimal lima tahun penjara dan denda maksimal Rp2,5 miliar. Mereka dijerat pemidanaan sesuai peran masing-masing berdasarkan UU No. 18/2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….