Salah satu Co Founder Osman Ahmad Fikri Ardian saat menyampaikan tentang aplikasi Osman kepada UMKM yang hadir dalam peluncuran aplikasi ini di The Rich Jogja Hotel, Sleman belum lama ini. (Harian Jogja/Holy Kartika N.S) Salah satu Co Founder Osman Ahmad Fikri Ardian saat menyampaikan tentang aplikasi Osman kepada UMKM yang hadir dalam peluncuran aplikasi ini di The Rich Jogja Hotel, Sleman belum lama ini. (Harian Jogja/Holy Kartika N.S)
Minggu, 7 Januari 2018 10:20 WIB Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja Ekonomi Share :

Kembangkan Aplikasi Osman untuk Bantu UMKM

“Kami ingin dekat dengan UMKM dan mendorong usaha mereka”

Solopos.com, SLEMAN-Industri e-commerce semakin tumbuh dengan pesat, seiring dengan banyaknya pelaku-pelaku usaha yang memasarkan produknya secara online. Namun, masih banyak sejumlah persoalan yang dihadapi UMKM yang coba diakomodir Glen Chandra dan Ahmad Fikri Ardian dengan mengembangkan aplikasi Osman.

“Kalau dalam teknologi, kami ini agregator yang bisa membuat semuanya terjadi dalam satu platform. Ada marketplace, media sosial, lembaga keuangan, UMKM hingga penyedia jasa logistik. Kami ini ditengah-tengahnya,” ujar Chandra di sela acara peluncuran aplikasi Osman di The Rich Jogja Hotel, Sleman belum lama ini.

Ide untuk mengembangkan aplikasi ini berangkat dari kedua anak muda ini yang pernah merasakan kesulitan yang dihadapi UMKM, baik dalam menjual produk, mengemas maupun mempromosikannya. Sebelum mengembangkan aplikasi ini, Chandra dan Fikri mencoba mengumpulkan para UMKM yang disatukan dalam komunitas Kawan Osman.

Chandra mengatakan, melalui komunitas ini para UMKM saling berbagi kesulitan yang dihadapi. Diakui, banyak toko online yang telah bergabung dengan sejumlah marketplace kenamaan, tetapi sebagian besar belum saling terintegrasi secara langsung ke beberapa media pemasaran.

“Kasusnya begini, ada toko online yang sudah bergabung dengan beberapa marketplace. Namun,  promosi mungkin tidak maksimal, karena masih parsial. Kalau di Osman, kami ingin mengintegrasikan semuanya, jadi promosi bisa langsung ke semua channel pemasaran,” ungkap Chandra.

Aplikasi yang dikembangkan PT Osman Wiraniaga Nusantara ini tidak hanya akan memudahkan pelaku usaha atau pemilik toko online dalam menjual produknya. Fikri menambahkan, aplikasi ini juga akan memudahkan pengelolaan produk dan pencatatan pendapatan, sehingga pelaku UMKM tidak perlu lagi direpotkan mekanisme tersebut dan bisa fokus dalam pengembangan produk.

“Ada tiga fitur utama yang ingin perkenalkan di aplikasi ini yakni fitur manajemen penjualan, manajemen produk, dan laporan pendapatan,” ungkap Fikri.

Fikri menjelaskan, fitur manajemen penjualan ini dilengkapi dengan chatbot yang memungkinkan penjual melakukan komunikasi secara otomatis dan manual dengan pembeli. Saluran yang digunakan adalah media sosial dan marketplace.

Sementara, fitur manajemen produk akan membantu pengelolaan produk UMKM. Fitur manajemen laporan pendapatan yang akan memberikan kemudahan bagi penjual dalam mengetahui laporan pendapatan dari penjualan online dan offline secara otomatis.

“Kami [Osman] berkomitmen untuk menjadi penggerak kegiatan usaha di Indonesia. Kami ingin dekat dengan UMKM dan mendorong usaha mereka. Melalui Kawan Osman kami terus menggali masalah-masalah yang dihadapi mereka lalu mencoba untuk diselesaikan dengan aplikasi Osman,” jelas Fikri.

lowongan pekerjaan
PT. BUMI AKSARA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….