Jip Lava Tour Merapi yang mengalami kecelakaan. (Harian Jogja/Abdul Hamid Razak) Jip Lava Tour Merapi yang mengalami kecelakaan. (Harian Jogja/Abdul Hamid Razak)
Minggu, 7 Januari 2018 20:20 WIB Abdul Hamid Razak/Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Jeep Lava Tour Merapi Menambrak Bus, Satu Korban Kritis

Dua wisatawan harus dirawat intensif

Solopos.com, SLEMAN-Dua orang wisatawan terluka dan harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit setelah mobil jeep lava tour yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan di Jalan Kaliurang KM 20, Dusun Pantiasih, Pakembinangun, Pakem, Minggu (7/1/2018) siang.

Dua korban luka tersebut adalah Nail Huga, 13, warga Sawah Besar, Semarang Jawa Tengah, dan Fatun Hikmah, 50, warga Pati, Jawa Tengah. Bahkan, korban Fatun Hikmah belum sadarkan diri karena mengalami pendarahan dari hidung dan telinga.

“Korban opname di Rumah Sakit Panti Nugroho,” kata Kapolsek Pakem Komisaris Polisi Haryanta, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu.

Haryanta mengatakan, kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 13.30 WIB tersebut bermula saat Jeep Willys mengangkut enam orang wisatawan dari arah objek wisata Kaliurang. Jeep tersebut hendak menuju kawasan wisata Lava Tour Merapi di Cangkringan. Nahas, sampai Jalan Kaliurang Km 20, jeep yang dikendarai Wisnu Joko Santoso, 18, tersebut tiba-tiba banting setir ke kanan kemudian menghantam bagian kiri belakang bus pariwisata yang sedang berhenti.

Akibat benturan yang cukup keras penumpang terlempar dari dalam jeep. Haryanta belum bisa memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut. Namun, kuat dugaan jeep menyalip kendaraan lain yang ada di depannya. Pihaknya sudah memeriksa sejumlah pihak termasuk sopir bus Sigit Purnama dan pengemudi jeep.

“Karena kecelakaan ini menyebabkan korban luka berat, penanganan selanjutnya dilimpahkan ke Polres Sleman,” ujar Haryanta.

Pada hari yang sama kecelakaan juga terjadi di Jalan Magelang Km 8, Tempel, Sleman. Kecelakaan beruntun yang melibatkan lima kendaraan yang melaju dari arah Jogja menuju Magelang itu terjadi sekitar pukul 07.50 WIB. Tidak ada yang luka dalam kecelakaan tersebut, hanya kendaraan yang rusak. Penyebab kecelakaan masih dalam penananganan Satuan Lalu Lintas Polres Sleman.

Pegiat Wisata Lereng Merapi Siti Kurnia kepada Harianjogja membantah adanya kabar jika korban meninggal dunia terkait insiden tersebut. Meski begitu, satu korban masih dinyatakan kritis. Menurut Siti, baik penumpang maupun sopir jeep sudah diasuransikan. “Untuk kronologi belum pasti karena banyak saksi dan penuturannya beda-beda. Kalau seandainya kesalahan dari pihak jeep, lanjut Siti, maka komunitas bertanggung jawab sepenuhnya,” ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata Sleman Sudarningsih membenarkan adanya insiden tersebut. Pihaknya juga langsung menurunkan tim untuk menangani para korban. “Dari informasi yang kami terima, rombongan [korban] dari RSUD Kayen, Pati. Jeep menghindari motor yang tiba-tiba belok, jeep rem mendadak, menabrak bis, terbalik,” katanya.

Dari enam penumpang di jeep tersebut, lanjut Ningsih, satu korban dinyatakan gegar otak dan dirujuk ke Panti Rapih. “Dua korban fraktur, tapi tidak diperlukan tindakan operasi, dua orang luka lecet lecet,” akunya.

Dijelaskan Ningsih, seluruh jeep Lavatour baik penumpang maupun sopir diasuransikan. Dia juga meminta agar seluruh penyedia jasa/operator jeep harus memastikan jeep laik jalan. “Sopir punya SIM dan dokumennya lengkap, harus dilengkapi dengan safety belt dan helm. Itu sudah SOP-nya,” kata Ningsih.

lowongan pekerjaan
SMK CITRA MEDIKA SRAGEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….